Malang Raya
Mahasiswa Universitas Wisnuwardhana Jadi Putra Nusantara Jatim, Orientasinya Anak Muda
Untuk menginspirasi anak muda, senjata ampuh yang bisa digunakan menurut pria kelahiran 5 September 1996 itu adalah sosial media.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, Daniel Widodo terpilih menjadi Putra Nusantara Jatim 2017.
Dari kemenangan itu, Daniel akan mewakili Jawa Timur ke ajang nasional.
Putra Nusantara adalah ajang male pageant di bawah lisensi Mister Grand Internasional.
Pada ajang tersebut, setiap negara akan diwakili oleh satu orang pria yang merepresentasikan negaranya.
"Di ajang ini kami lebih ditekankan pada kegiatan atau aksi sosial pada masyarakat sesuai tujuan yang diinginkan."
"Tes yang dilakukan juga dengan charity challenge atau social impact challenge," jelas mahasiswa Fakultas Hukum itu pada SURYAMALANG.COM, Rabu (22/11/2017).
Pada pemilihan Putra Nusantara Jatim 2017, Daniel fokus pada bidang anak muda dengan memberikan penyuluhan dan motivasi pengenalan potensi diri bagi generasi muda.
"Fokus saya untuk menginspirasi anak muda agar berani berkreasi dan berkompetisi. Caranya dengan penyuluhan, mengajak berkontribusi dalam acara-acara tertentu misalnya pelestarian lingkungan," jelasnya.
Memang, ia akui, hal itu tidaklah mudah.
Kendala anak muda yang masih malas atau takut terkena terik matahari, menjadi beberapa hal yang membatasi dirinya untuk memotivasi mereka.
"Tapi lama kelamaan jika pendekatannya benar dan baik, antusiasme mereka semakin besar. Memang tidak langsung banyak yang bergabung, tapi secara bertahap," ujar mahasiswa asal Padang itu.
Untuk menginspirasi anak muda, senjata ampuh yang bisa digunakan menurut pria kelahiran 5 September 1996 itu adalah sosial media.
"Sosial media ini platform besar dan gratis yang bisa menjadi media berinteraksi serta promosi. Dengan memanfaatkan teknologi sosial media juga kita bisa lebih dekat dengan anak muda yang mendominasi dunia maya," paparnya.
Di ajang nasional pada 17 Desember 2017, Daniel tidak muluk-muluk berharap untuk menang.
Apalagi, ia yakin perwakilan semua provinsi di Indonesia memiliki kelebihan yang luar biasa.
"Saya inginnya tetap melakukan aksi sosial berkelanjutan dan mengeksplor diri serta menginspirasi anak muda.'
"Anak muda harus berani berkompetisi dan mengembangkan diri serta memberi contoh pada orang lain," tutup lulusan SMAN 93 Jakarta itu.