Malang Raya

Diduga Tak Bayar Sewa, Tower Telkomsel Disegel Warga Kelurahan Polowijen Kota Malang

Penyegelan itu dilakukan karena pihak Telkomsel dinilai menyalahi aturan. Pasalnya, kontrak sewa lahan di kawasan itu telah habis sejak Juli 2017

Diduga Tak Bayar Sewa, Tower Telkomsel Disegel Warga Kelurahan Polowijen Kota Malang
IST
Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Warga RT 4/RW 2 Kelurahan Polowijen, Blimbing, Kota Malang menyegel secara paksa tower milik Telkomsel yang berdiri di atas lahan milik almarhum Heru di Jalan Cakalang.

Penyegelan itu dilakukan karena pihak Telkomsel dinilai menyalahi aturan. Pasalnya, kontrak sewa lahan di kawasan itu telah habis sejak Juli 2017 lalu.

Ketua RT 4 Lutfi Erfan Gozali mengatakan, warganya seakan dibodohi oleh pihak Telkomsel karena pihak Telkomsel mendapat keuntungan dari berdirinya tower di lahan yang telah habis masa sewanya.

Di samping itu, sejauh ini permintaan warga agar pihak Telkomsel memberikan fasilitas umum (Fasum) seperti balai RT atau fasilitas musala tidak pernah dikabulkan.

Lutfi mengatakan sejauh ini pihak Telkomsel hanya memberikan bantuan sebesar Rp 50 ribu per bulan yang dibayar langsung selama setahun di setiap awal tahunnya. Lutfi menilai angka itu terlalu kecil dan perlu dibicarakan kembali.

Kesepakatan Rp 50 per bulan itu sudah disepakatai 10 tahun lalu saat ketua RT nya bukan Lutfi.

“Hanya Rp 50 per bulan. Itu pun tidak diberikan langsung, terkadang kami harus menanyakan langsung seperti mengemis,” keluhnya.

Tower tersebut meskipun sudah disegel, namun terlihat masih beroperasi hingga saat ini.

Lutfi mengatakan, sudah memberikan surat peringatan kepada pihak terkait, baik itu Telkomsel maupun Dinas Komunikas dan Informatikan Kota Malang.

“Ada respon dan mereka meminta undangan lagi,” paparnya.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved