Malang Raya

Inflasi Kota Malang di Angka 0,69 Persen, Nasi Pecel dan Nasi Rawon Ikut Sumbang Inflasi

Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Malang, inflasi Kota Malang bulan Januari sebesar 0,69 persen.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Suasan Rilis BPS Malang, Kamis (1/2/2018) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kota Malang menjadi salah satu kota yang mencatatkan angka inflasi cukup tinggi di antara kota-kota penyumbang inflasi di Jatim di awal tahun 2018 ini.

Yang menjadi catatan, dari data yang ada, komoditi penyumbang inflasi di kota Malang cukup beragam.

Nasi rawon, nasi pecel, juga nasi soto disebut termasuk penyumbang inflasi bulan Januari 2018 di Malang.

Nasi dan lauk ini termasuk dalam kelompok makanan jadi.

Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Malang, inflasi Kota Malang bulan Januari sebesar 0,69 persen.

Angka ini tertinggi kedua angka inflasi dari penghitungan inflasi di delapan kota di Jatim.

Menurut Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Malang Dwi Handayani Prasetyowati, penyumbang inflasi bulan Januari antara lain beras, daging ayam ras, dan makanan jadi.

"Beras dan daging ayam ras mahal. Juga ada makanan jadi berupa nasi dan lauknya seperti nasi pecel, rawon, juga nasi soto. Mungkin karena berasnya mahal," ujar Dwi.

Selain tiga komoditas di atas, kelompok kesehatan dan pendidikan juga ikut menyumbang inflasi.

Sedangkan penghambat inflasi antara lain penurunan harga tiket pesawat dan kereta api.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved