Jendela Dunia
Teriakan Terakhir Gadis Remaja Sebelum Tewas di Tiang Gantung
Gadis ini baru berusia 17 tahun saat dibawa ke tiang gantungan. Teriakan terakhirnya bikin merinding
( Baca juga : Anang Mengamuk, Teriak-teriak Sambil Lemparkan Alquran ke Kaca Masjid di Malang )
Tetapi, mereka punya kepentingan yang sama, yakni keinginan nasionalis untuk menjamin kelangsungan hidup penduduk Serbia dan kesetiaan kepada monarki Yugoslavia lama.
Sementara kelompok Partisan secara diametral menentang Chetnik, karena kelompok mereka sangat komunis.
Pemimpin mereka adalah Josip Broz ‘Tito’, kepala Partai Komunis bawah tanah Yugoslavia (KPJ).
Di bawah Tito, tujuan menyeluruh Partisan adalah mendirikan negara sosialis Yugoslavia yang merdeka dengan menggulingkan kekuatan Poros.
Itu menjadi konflik yang dihadapi Lepa Radic, gadis remaja berusia 15 tahun yang bergabung dengan Partisan pada Desember 1941.
Lepa Radic datang dari desa Gasnica dekat Bosanska Gradiska di tempat yang sekarang Bosnia dan Herzegovina barat laut, di mana dia lahir pada tahun 1925.
( Baca juga : Cari Tempat Istirahat, Petani Ponorogo Kaget Lihat Benda di Tanah, Astaga! Itu Kan Kerangka Manusia )
Dia berasal dari keluarga pekerja keras dengan akar komunis.
Pamannya yang masih muda, Vladeta Radic, sudah terlibat dalam gerakan pekerja.
Sedangkan ayahnya, Svetor Radic, dan dua paman, Voja Radić dan Vladeta Radić, bergabung dengan gerakan Partisan pada Juli 1941.
Karena kegiatan pembangkangan itu, seluruh keluarga Radic ditangkap pada November 1941 oleh Ustashe, pemerintahan fasis Nazi yang beroperasi di Yugoslavia.
Para Partisan mampu membebaskan Lepa Radić dan keluarganya beberapa pekan selanjutnya.
Kemudian Radic dan saudara perempuannya, Dara secara resmi bergabung dengan Partisan.
Lepa Radić dengan berani bergabung dengan perusahaan Partisan ke-7 dari Detasemen Krajiski ke- 2.