Jendela Dunia

Teriakan Terakhir Gadis Remaja Sebelum Tewas di Tiang Gantung

Gadis ini baru berusia 17 tahun saat dibawa ke tiang gantungan. Teriakan terakhirnya bikin merinding

Editor: Zainuddin
Wikimedia Common
Lepa Radic bersiap menghadapi kematiannya di tiang gantungan di Bosanska Krupa, Bosnia pada 8 Februari 1943. 

Dia menawarkan diri untuk berjuang di garis depan dengan mengangkut orang yang terluka di medan perang dan membantu yang terluka untuk melarikan diri.

Tugasnya inilah yang kemudian mengantarkannya ke tiang gantungan.

Ditangkap Nazi

Lepa Radić ditangkap pada bulan Februari 1943.

Saat itu dia mengatur penyelamatan sekitar 150 wanita dan anak-anak yang mencari perlindungan.

Dia berusaha melindungi mereka dengan menembaki pasukan SS Nazi yang menyerang dengan rentetan amunisi yang tersisa.

Setelah mereka menangkapnya, Jerman menghukum mati Radic di tiang gantungan.

Eksekusi mati itu adalah akhir dari penyiksaan bertubi-tubi yang ia terima.

Selama tiga hari sebelum eksekusi, Jerman mengurungnnya dalam penjara isolasi dan menyiksanya demi untuk mendapatkan informasi.

Lepa Radic menolak untuk membocorkan informasi apa pun tentang rekan-rekannya hingga menjelang eksekusi.

Lepa Radić dibawa ke tiang gantungan pada 8 Februari 1943.

Beberapa saat sebelum digantung, Radic ditawari pengampunan asalkan dia mau membocorkan nama- nama rekan Partisannya.

Dia dengan penuh semangat menjawab :

“Saya bukan pengkhianat. Orang-orang yang Anda tanyakan akan mengungkapkan diri ketika mereka berhasil memusnahkan semua penjahat seperti kamu.”

Kisah perjuangan Lepa Radic pun berakhir di tiang gantungan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved