Breaking News:

Teror Bom di Gereja Surabaya

Pahlawan Korban Bom Gereja Itu Akhirnya Bisa Dibawa Pulang, Jenazahnya Sempat Sulit Diidentifikasi

Daniel masih berusia 17 tahun. Jenazahnya sempat sulit teridentifikasi karena hancur karena ledakan bom.

Penulis: faiq nuraini | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Akira Tandika
Bangkai mobil yang diduga digunakan pelaku peledakan bom di GPPS Arjuno 

Bisa jadi kalau tidak dihadang akan membawa korban lebih banyak.

"Kalau ada ibadat Minggu, mobil tidak boleh parkir di dalam. Hanya motor yang boleh parkir. Daniel menghadang mobil itu," ucap Agus yang juga tukang parkir di belakang Gereja yang sama. 

"Kalau tidak dihalangi saat mobil menerobos, korban akan lebih banyak. Karena dihadang dan panik sehingga Avanza menghantam pagar," tambah Budi.

Jenazah Daniel baru bisa diidentifikasi Senin Sore ini.

Agus, paman Daniel mengaku nyaris putus asa karena menjelang magrib belum ada Khabar. 

Begitu mendapat kepastian dari hasil tes sidik jari, selepas Magrib tadi jenazah Daniel bisa dibawa pulang.

"Kami bersyukur bisa menemukan korban Daniel. Meski kondisinya sudah hancur tak berbentuk, keluarga tetap membawa pulang," tambah Agus. 

Agus ditemani sejumlah kerabat dan saudara Daniel, termasuk kakak perempuan Daniel, Novi.

Mereka membawa pulang jenazah Daniel ke Dukuh Kupang Utara 65.

Selain jenazah Daniel, jenazah lain yang juga sudah diserahkan adalah jenazah Warsiman.

Korban ini akan dibawa pulang ke Tempel, Kecamatan Tegalsari

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved