Inilah 6 Negara Selain Indonesia Yang Gunakan Bahasa Jawa, Begini Sejarahnya
Salah satu bahasa yang paling banyak memiliki penutur adalah Bahasa Jawa, namun siapa sangka 6 negara ini juga gunakan bahasa jawa di keseharian
Penulis: Sarah Elnyora Rumaropen | Editor: Adrianus Adhi
Bahasa Jawa di Belanda dibawa oleh orang-orang Jawa yang menjadi budak saat zaman penjajahan.
Baca: Ingat Wanita Botak Kiper di Film Shaolin Soccer? Penampilannya Kini Cantik Abis dan Bikin Pangling
Baca: Dua Pembakar Toko Warna-warni Mojokerto Masih Buron, Inilah Identitasnya
Bahkan, salah satu universitas tertua di Belanda, Universitas Leiden menyimpan berbagai naskah kuno yang menggunakan Bahasa Jawa.
3. Malaysia
Akibat tekanan perekonomian di Indonesia, orang-orang dari Suku Jawa pergi ke Malaysia pada 1900.
Bertempat tinggal di Malaysia, mereka sudah menjadi warga negara tersebut.
Meskipun begitu, beberapa dari mereka masih menggunakan Bahasa Jawa saat berbicara.
Baca: Dewi Perssik Bongkar Rahasia Ragu Punya Anak Dari Angga Wijaya, Begini Alasan Sebenarnya
Baca: Mewahnya Nia Ramadhani Liburan di Amerika, Menginap di Kawasan Elit Kendall Jenner
4. Singapura
Tahun 1825, sejumlah pekerja dari Suku Jawa dikirim ke Singapura untuk dipekerjakan sebagai buruh di perkebunan.
Satu di antara wilayah tempat pemukiman Warga Jawa tersebut adalah di tepi Sungai Rochor.
Wilayah tersebut kemudian diberi nama Kampong Jawa.
Selain fasih berbahasa Melayu, tentu saja mereka juga masih menggunakan Bahasa Jawa meskipun terhitung langka.
Baca: Tarif KA Baru Berlaku Mulai 1 Juli 2018, Bisa Lebih Murah, Perhatikan Daftar Tarifnya
Baca: Bertemu Uruguay di Babak 16 Besar, Portugal Sedikit Percaya Diri dan Banyak Cemasnya
5. Nouvelle Celedonie
Nouvelle Celedonie atau Kaledonia Baru adalah sebuah wilayah bekas jajahan Perancis.
Beribukota di Noumea, wilayah ini terletak di sub-benua Melanesia di Samudra Pasifik sebelah barat daya.
Selain menggunakan Bahasa Perancis, ternyata negara ini juga menggunakan Bahasa Jawa.
6. Cocos Island