Malang Raya
Unmer Gandeng KKMB UPT Malang Gelar Seminar Tentang Daya Saing UMKM Sektor Fashion
Pembicaranya antara lain Dr Sunardi MM dari KKMB dan Prof Dr Diana Zuhroh CA, Kaprodi Magister Akuntansi Unmer
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Prodi Magister Akuntansi Universitas Merdeka (Unmer) Malang bekerjasama dengan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) UPT Malang menyelenggarakan seminar "Strategi Meningkatkan Daya Saing UMKM Sektor Fashion Berorientasi Ekspor" di gedung pascasarjana, Kamis (5/7/2018).
Pembicaranya antara lain Dr Sunardi MM dari KKMB dan Prof Dr Diana Zuhroh CA, Kaprodi Magister Akuntansi Unmer. Dari pertanyaan peserta seminar yang merupakan pengusaha UMKM antara lain kebingungan soal menentukan harga jual produk ke pasar.
"Jika salah strategi maka akan menguras modal," jelas Diana di acara itu.
Misalkan menjual kemurahan atau kemahalan, tiba-tiba modal habis atau bangkrut. Dari peserta didapat informasi, mereka menentukan harga jual dengan menghitung biaya produksi plus margin kemudian dibagi.
Padahal menghitung biaya biasa jadi hanya mengira-ira. Begitu juga soal margin bisa diberi sesukanya sesuai keinginan pengusaha.
Dampaknya, harga jual produk ada yang nampaknya biasa, tapi kemahalan. Tapi ada juga yang terlihat bagus, tapi bisa didapat dengan harga jual murah. Karena itu ada trik sendiri menentukan harga jualnya.
"Apalagi di produk fashion itu unik. Di fashion ada trend berulang," ujar wanita berhijab ini.
Misalkan celana cut bray atau celana kulot yang saat ini ngetrend lagi. "Untuk fashion, harga jual harus mengikuti karakteristik," paparnya.
Saat banyak yang menjual sejenis, maka harus bersikap bagaimana. Saat belum banyak saingan bagaimana. "Harga jual itu tidak statis, tapi dinamis," jelasnya.
Karena itu perlu juga melihat harga jual pesaing di lapangan. Dikatakan dia, saat produk sebuah usaha disukai masyarakat, maka jangan menurunkan kualitas pelayanan. Misalkan pelayannya judes-judes. Maka ini jadi awal penurunan pembelian.
"Pembeli harus dirawat agar tidak lari ke kompetitor," pesannya.
Sedang Sunardi yang juga Ketua Program Diploma Kepariwisataan Unmer dan dari KKMB memberikan tips bagaimana bisa menembus perbankan untuk mendapatkan pinjaman modal.
Pasca kegiatan, pihaknya ingin fokus pada pelatihan akuntansinya. Namun akan diklaster dulu kemampuan pesertanya agar efektif.
Alasan memilih membina UMKM fashion karena termasuk industri kreatif yang mengandalkan ide/kreatifitas.
Berdasarkan PP, ada 16 bidang. Namun Unmer fokus di fashion dan makanan minuman sebagai pendukung pariwisata.
"Dua hal ini menyerapkan banyak tenaga kerja dan menyumbang PAD," katanya.