Blitar

Pemkot Blitar Rancang Sanksi Denda Bagi Pelajar Gunakan Vapor, Termasuk Perokok Sembarangan

"Ranperda itu akan melarang pelajar menggunakan rokok elektrik. Termasuk penggunaan rokok elektrik di sembarang tempat," katanya.

Pemkot Blitar Rancang Sanksi Denda Bagi Pelajar Gunakan Vapor, Termasuk Perokok Sembarangan
surya/ahmad zaimul haq
VAPER - Pengguna vape memperlihatkan rokok elektriknya. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pemkot Blitar bersama DPRD Kota Blitar saat ini sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Nantinya, Ranperda itu juga mengatur soal penggunaan rokok elektrik atau vapor.

"Sekarang masih pembahasan, targetnya akhir tahun Ranperda tentang KTR sudah disahkan," kata Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi, Minggu (21/10/2018).

Nuhan mengatakan Raperda itu mengatur kawasan larangan merokok. Ada tujuh kawasan yang menjadi zona larangan merokok. Yaitu, kawasan sekolah, tempat ibadah, rumah sakit atau fasilitas kesehatan, kawasan anak bermain, angkutan umum, lingkungan kerja, dan tempat umum lainnya.

Di sejumlah tempat itu, masyarakat dilarang merokok sembarangan. Untuk itu, dalam Ranperda itu juga mengatur agar pemerintah maupun perusahaan menyediakan tempat khusus merokok di kantor maupun di tempat kerja.

"Ranperda ini untuk mengubah perilaku masyarakat agar tidak merokok di sembarang tempat," ujar Nuhan.

Selain itu, kata Nuhan, Ranperda tersebut juga mengatur penggunaan rokok elektrik atau vapor. Saat ini, penggunaan rokok elektrik semakin marak di kalangan anak muda. Malah, sebagian pelajar juga ada yang menggunakan rokok elektrik.

"Ranperda itu akan melarang pelajar menggunakan rokok elektrik. Termasuk penggunaan rokok elektrik di sembarang tempat," katanya.

Dikatakannya, Ranperda itu juga akan memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar aturan. Pemkot dan dewan juga masih membahas soal sanksi bagi pelanggar Ranperda.

"Sanksinya bisa berupa denda atau sanksi lainnya, ini masih dirumuskan," ujarnya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved