Madiun

Mengenang Pramugari Lion Air dari Madiun, Cantik dan Pintar Berdebat Bahasa Inggris

Tidak ada yang menyangka, Alviani Hidayatul Solikha, yang baru sekitar dua bulan menjadi pramugari menjadi korban kecelakaan.

Mengenang Pramugari Lion Air dari Madiun, Cantik dan Pintar Berdebat Bahasa Inggris
Kolase SuryaMalang.com/Instagram @alfianihidayatulsolikha/TribunJabar.com
Alviani Hidayatul Solikha 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Tidak ada yang menyangka, Alviani Hidayatul Solikha, yang baru sekitar dua bulan menjadi pramugari menjadi korban kecelakaan.

Pesawat Lion Air JT-610 yang ditumpangi pramugari cantik itu jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) pagi.

Tidak hanya keluarga yang mengaku kaget, kerabat dan juga sahabat dekat Alvi tidak menyangka peristiwa nahas menimpa anak tunggal pasangan Sukartini dan Slamet.

Rindang Wahyu Wijayanti, guru bahasa Inggris di SMA 1 Dolopo, Kabupaten Madiun, yang juga sahabat dekat Alvi tidak percaya, Alvi menjadi korban.

Apalagi, Minggu (28/10/2018) malam, sehari sebelum kecelakaan Alvi sempat berkabar dengannya melalui pesan WhatsApp.

"Sampai tadi malam, dia WA saya. Saya di sekolahan sampai benar-benar nangis, nggak percaya," kata Rindang kepada SURYAMALANG.COM.

Rindang menuturkan, pertama kali mendengar kabar kecelakaan pesawat Lion Air di grup WA sekolah. Namun, saat itu dia dan anggota grup WA tidak mengira, bahwa Alvi alumni SMAN 1 Dolopo yang baru saja lulus 2017 lalu, berada di dalam pesawat Lion Air JT-610 yang mengalami kecelakaan.

"Awalnya dengar di grup WA sekolah. Kami semua nggak mengira, nggak ada kaitannya. Saya pikir nggak ada sangkut pautnya. Akhirnya, kok ada nama Alvi, lalau saya berusaha kontak. Nggak mungkin ini Alvi, saya coba terus telepon," katanya.

Rindang mengatakan, Alvi dikenal sebagai anak yang pintar dan berprestasi di sekolah. Bahkan, Alvi mendapat rangking di sekolahnya

"Memang anaknya pandai, dia berprestasi, di sekolah juga sangat aktif dan berprestasi. Waktu kelas X dapat dua besar. Dia masternya di debat Bahasa Inggris, tingkat Kabupaten Madiun," ujar Rindang.

Sementara itu, orangtua korban enggan dimintai keterangan oleh wartawan yang sudah mendatangi rumah Alvi sejak siang.

Bahkan, keluarga korban meminta kepada wartawan agar tidak perlu meliput sebelum ada kabar yang jelas mengenai kondisi Alvi. 

Baca: Percakapan Terakhir Pramugari Lion Air JT-610 dengan Mantan Guru Bahasa Inggris di Madiun

Baca: Teknisi Lion Air JT 610 Sempat Mengeluh pada Ayahnya di Bangkalan, Madura

Baca: Petani di Blitar ini Lemas, Putranya jadi Pegawai Pajak Termasuk Korban Jatuhnya Lion Air JT610

Baca: Lion Air JT-610 Jatuh, KH Maruf Amin Sarankan Maskapai Penerbangan Perketat Pengawasan

Rindang Wahyu Wijayanti, guru bahasa Inggris SMAN 1 Dolopo, menunjukkan percakapan terakhirnya dengan Alviani Hidayatul Solikha, pramugari pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018).
Rindang Wahyu Wijayanti, guru bahasa Inggris SMAN 1 Dolopo, menunjukkan percakapan terakhirnya dengan Alviani Hidayatul Solikha, pramugari pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018). (rahadian bagus priambodo)
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved