Sidoarjo

Peserta Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sidoarjo Berusaha Bentangkan Poster di Depan Jokowi

Mereka adalah Amar Jaya Nasir, Muh Syainal Nur, dan Al Gazali, ketiganya peserta asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Peserta Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sidoarjo Berusaha Bentangkan Poster di Depan Jokowi
m taufik
Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Muktamar XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Sidoarjo, Senin (19/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Tiga peserta Muktamar XXl Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Sidoarjo yang sempat diamankan Paspampres karena hendak membentangkan poster di sela acara yang dihadiri presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap tidak bermasalah.

Menurut Aderul Kodim (41), salah satu petugas keamanan acara yang sempat ikut mengamankan para peserta itu, mereka hanya diinterogasi dan kemudian dibolehkan melanjutkan ikut acara mukmamar.

"Mereka tidak ada masalah. Setelah diinterogasi, ternyata tindakan mereka itu maksudnya baik cuma momennya saja yang tidak pas," kata Kodim.

"Nah, kami sebagai petugas kemanan kan me jalankan instruksi. Melihat ada yang dicurigai, langsung kami amankan," sambung dia.

Diceritakan, dari pemeriksaan diketahui bahwa poster bertuliskan "Mekarkan Luwuk Tengah" itu ditulis mereka pada malam sebelum acara pembukaan muktamar.

Dari pengakuan mereka, proses pembuatan poster dilakukan di sebuah warung kopi di sekitar Kampus Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo), lokasi pelaksanaan Muktamar yang dibuka oleh Presiden Jokowi.

Kemudian poster disembunyikan di dalam jas untuk masuk ke dalam lokasi acara. Nah, ketika acara kemudian mereka melancarkan aksinya.

Insiden itu terjadi dalam acara pembukaan muktamar yang dihadiri presiden. Ketika presiden usai sambutan, hendak menyalami para peserta, tiga remaja ini berdiri dan berusaha mengeluarkan poster dari dalam jasnya.

Baru hendak berlari menuju presiden untuk menunjukkan posternya, mereka langsung diamankan petugas keamanan.

Mereka adalah Amar Jaya Nasir, Muh Syainal Nur, dan Al Gazali, ketiganya peserta asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Setelah diamankan dan dibawa keluar lokasi acara, mereka dimasukkan ke dalam sebuah ruangan. Di tempat inilah mereka diinterogasi oleh Paspampres.

Sementara di luar ruang, beberapa rekannya terus menunggui.

"Iya, dua yang diamankan tadi teman saya. Mereka adalah Amar dan Ruslan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo. Mereka membawa poster tentang pemekaran wilayah Luwu Tengah," kata Amar Amar Muarif, Sekretaris Bidang Advokasi Pimpinan Wilayah IPM Sulawesi Selatan.

Penulis: M Taufik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved