Senin, 13 April 2026

Malang Raya

Petani Enggan Tanam Ketan Karena Persepsi Masa Panen Lama

Petani enggan menanam padi ketan karena persepsi masa panen lama daripada beras.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Dr Ir Sunarwan MP, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat (18/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Petani enggan menanam padi ketan karena persepsi masa panen lama daripada beras.

Padahal harga padi ketan cukup mahal yaitu Rp 21.000 per kg.

Bandingkan dengan harga beras dikisaran Rp 11.000-Rp 12.000 per kg di pasar.

“Padahal varietas padi ketan ada yang usia panennya sama dengan padi.”

“Sehingga pemerintah harus lebih menyosialisasikan ke petani mengenai itu,” jelas Dr Ir Sunarwan MP, dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (Unisma) kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (18/1/2019).

Alumnus S3 Universitas Brawijaya Malang ini menyatakan ada beberapa varietas padi ketan yang bermasa panen seperti padi.

Misalkan lusi unggul, grendel subang dan variestas dari Malang dll.

Dengan makin banyak petani yang menanam padi ketan, maka bisa ketergantungan pada import ketan.

Data SURYAMALANG.COM dari Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian pada 2018 telah mengeluarkan izin import ketan sebanyak 65.000 ton kepada dua perusahaan.

Impor ketannya ke Thailand dan Vietnam. Sebab warga negara itu mengonsumsi ketan.

Impor dilakukan  karena produksi ketan lokal mencapai 80.000 ton per tahun.

Sedang kebutuhan ketan mencapai 150.000 ton per tahun. Produksi ketan sebagian besar diserap pabrik.

“Saya ingin makin banyak petani yang menanam padi ketan,” jelasnya.

Selain soal persepsi, juga karena beras adalah makanan utama masyarakat Indonesia. Sehingga semua lahan ditanami padi.

“Sehinga ada kekhawatiran petani jika menanam ketan terkait serapannya kemana karena semua makan beras,” jelasnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved