Malang Raya

Puluhan Motor Mangkrak di Kantor Unit Laka Lantas Polres Malang Kota, Pemilik Akan Dipanggil

Kantor yang terletak di Jalan Dr Cipto, Kecamatan Klojen, Kota Malang itu dipenuhi dengan kendaraan roda dua yang mangkrak

SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Motor Laka (kecelakaan) yang menumpuk dan mangkrak di kantor Unit Laka Lantas Polres Malang Kota di Jl Dr Cipto 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Banyaknya kendaraan yang mangkrak di Unit Laka Lantas Polres Malang Kota membuat halaman di depan kantor tersebut penuh sesak.

Kantor yang terletak di Jalan Dr Cipto, Kecamatan Klojen, Kota Malang itu dipenuhi dengan kendaraan roda dua yang mangkrak hasil dari kecelakaan maupun tilang.

Bahkan, beberapa dari kendaraan tersebut sampai berkarat karena terkena hujan, panas dan tidak adanya tempat peneduh di sana.

Melihat hal itu, Kanit Laka Lantas Polres Malang Kota, Iptu Sutadi rencananya akan memanggil para pemilik kendaraan.

Caca Tengker ungkap Sifat Asli Raffi Ahmad, Akui Merasa Malu Sebagai Adik Ipar

Live Streaming Persita Tangerang Vs Arema FC Piala Indonesia 2019, Malam ini Kick Off 19.00 WIB

Dul Jaelani Unggah 3 Foto Menangis di Konser Dewa 19, Diwarnai Pesan Haru & Pelukan Ari Lasso

Hal itu dilakukan guna memperbanyak space di halaman depan kantor Unit Laka Lantas.

"Kami akan memanggil para pemilik kendaraan hasil dari kecelakaan itu. Untuk itu kami akan cek kembali Lp-Lp (laporan) yang lama agar kendaraan bisa segera di ambil oleh pemilik," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (2/1/2019).

Tak hanya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat juga ada beberapa yang kini mangkrak belum diambil oleh pemiliknya.

Kebanyakan kendaraan remuk dan hancur di beberapa bagian karena merupakan barang bukti laka lantas.

"Kendaraan di sini lebih banyak dari zaman saya sebelum menjabat sebagai Kanit. Di zaman saya hanya ada dua, itupun kini masih dalam proses. Mereka pasti butuh, untuk itu akan kami kembalikan asal semuanya telah clear," terangnya.

Kata Sutadi, masyarakat yang nantinya akan mengambil kendaraan harus menyelesaikan semua tanggung jawabnya.

Jika nantinya sudah ada kesepakatan dan permasalahan clear, maka kendaraan tersebut bisa diambil.

"Nanti pengambilannya harus dilengkapi dengan surat kuasa beserta Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) yang bersangkutan. Kami yakin, semua orang pasti mengingkan kendaraannya kembali, begitu juga dengan kami yang bertugas di sini," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved