Universitas Islam Malang

Mahasiswa Teknik Sipil Unisma Juara I di Balsa Bridge Competition Semarang

Dua mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (Unisma) meraih juara I di Balsa Bridge Competition di Politeknik Negeri Semarang.

Mahasiswa Teknik Sipil Unisma Juara I di Balsa Bridge Competition Semarang
sylvianita widyawati
Riqfi Nur Hanafi dan Reza Dwi Cahyo, dua mahasiwa Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (Unisma) meraih juara I di Balsa Bridge Competition di Politeknik Negeri Semarang, Sabtu (9/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Dua mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (Unisma) meraih juara I di Balsa Bridge Competition di Politeknik Negeri Semarang, Sabtu (9/3/2019). Mereka adalah Reza Dwi Cahyo dan Rifqi Nur Hanafi, mahasiswa semester 6.

Juara II diraih UII Jogjakarta dan juara III Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang.

"Kami merasa senang dan bangga bisa menang. Sebab persiapan lama kami terbayar sudah," jelas Reza pada suryamalang.com, Selasa (12/3/2019).

Bangganya juga karena bisa mempertahankan sebagai juara 1 di lomba sejenis di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten pada 2018 lalu. Timnya juga Reza dan Rifqi.

Dikatakan Reza, di babak penyisihan diikuti 162 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selanjutnya diambil sembilan tim untuk masuk final.

Unisma memgirim tiga tim. Namun hanya dua tim Unisma yang masuk di final. Sedang yang meraih juara adalah Tim Simaya Boys. Simaya singkatan dari Sipil Unisma Jaya.

"Saat final, kami membuat jembatan selama tiga jam dengan memakai kayu balsa," jelas Reza. Kayu balsa dikenal ringan namun memiliki kekuatan besar.

Sesuai aturan lomba, berat model jembatan kayu balsa tak boleh lebih dari 30 gram. Namun harus kuat menahan beban berat. Saat di penyisihan, berat jembatan buatan tim ini 30,5 gram dan mampu menahan beban 71 kg. Tapi di final, berat jembatan bisa lebih ringan yaitu 25,9 gram dan mampu menahan beban 47 kg.

"Saat di final, bahan kayu disiapkan panitia. Tapi saat penyisihan, sudah harus siap model jembatannya," tutur Reza.

Menurut dia, begitu bisa lolos ke final, maka persiapan dimantapkan di kampus. Caranya dengan memakai aplikasi SAP 2000 sehingga bisa didapat struktur jembatan yang pas dengan sering latihan.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved