Nasional
Fakta Seputar Temuan Benda Mirip Jenglot di Gilimanuk, Bali
Polisi sudah membakar benda mirip jenglot yang ditemukan di Pantai Gilimanuk, Bali.
SURYAMALANG.COM – Polisi sudah membakar benda mirip jenglot yang ditemukan di Pantai Gilimanuk, Bali.
Penemuan makhluk kecil menyeramkan dengan tubuh kisut bak mayat itu sempat membikin heboh, Senin (11/3/2019).
Makhluk tersebut memiliki tinggi sekitar dua jengkal tangan orang dewasa.
Taring di mulutnya tajam ke bawah.
Rambutnya pun panjang lurus berwarna pirang.
Sementara kuku pada jari tangan dan kaki tampak panjang.
Dua tangannya menyilang mendekap dada.
Kabar ini kian tersebar ke media sosial sehingga viral.
Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Nyoman Subawa mengatakan makhluk serupa jenglot ditemukan sejumlah pemuda sekitar pukul 17.00 Wita.
Para pemuda itu menemukan makhluk menyeramkan itu saat sedang bermain di pinggir pantai di Linkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk, Melaya Jembrana.
“Setelah dicek, ternyata barang tersebut adalah buatan orang iseng.”
Benda itu dibuat secara rakitan sebagian besar dibuat dari bagian-bagian unggas (cendrung dari ayam) yang diawetkan,” jelas Kompol Subawa kepada Tribun Bali.
Menruutnya, setiap ruas disambung-sambung dengan menggunakan lem warna hitam.
“Kesimpulannya, benda yang diduga jenglot tersebut adalah palsu atau mainan.”
“Kami sudah amankan, dan sudah kami musnahkan,” paparnya.
Karena meresahkan warga, benda itu dibawa ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.
Untuk menghindari penipuan, polisi pun membakar benda itu.
“Benda itu sudah dibakar di mapolsek,” ungkapnya.
Seorang warga di Gilimanuk mengungkapkan hal senada.
Ia tegaskan benda tersebut hanya karya tangan, bukan jenglot yang selama ini dikenal makhluk mistis yang memiliki kekuatan magis.
“Itu cuma bohongan,” ucapnya.
Dikutip dari Wikipedia, Jenglot adalah figur hominoid yang berukuran kecil sekitar 10-17 cm.
Jenglot ditemukan di beberapa wilayah di nusantara dan dipercaya memiliki kekuatan mistis dengan memakan darah manusia.
Masyarakat Indonesia meyakini jenglotsebagai makhluk yang memiliki kekuatan mistik.
Secara medis, jenglot didefinisikan bukan makhluk hidup setelah diteliti oleh tim forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Melalui foto sinar rontgen, tidak ditemukan unsur tulang sebagai penyangga organ mahluk hidup.
Namun hal yang mengejutkan justru diperoleh dari penelitian DNA lapisan kulit jenglot yang mengelupas.
Setelah diperiksa oleh dokter dari Universitas Indonesia, ternyata lapisan kulit itu memiliki DNA mirip primata sejenis manusia.
Ada juga kesimpulan yang mengatakan jenglot itu dibuat dengan proses mumifikasi dari beberapa spesies, seperti kepala monyet yang disambung dengan ekor kuda sebagai rambutnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Pak Polisi Bakar Jenglot yang Ditemukan Sejumlah Pemuda di Pinggir Pantai karena Bikin Resah.