Malang Raya

Peternakan Sapi dan Kambing di Kabupaten Malang Tunjukkan Tren Produktivitas yang Positif

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Nurcahyo memastikan pihaknya tidak melakukan impor daging sapi, untuk masuk ke wilayah Kabupaten Malang

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Hewan ternak sapi di Pasar Hewan Singosari di Desa Blendit, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Nurcahyo memastikan pihaknya tidak melakukan impor daging sapi, untuk masuk ke wilayah Kabupaten Malang.

Ini dikarenakan produktivitas daging sapi lokal dinilai sudah melimpah alias mencukupi. Apalagi, kebijakan pelarangan impor tersebut menguat, berkaca dari instruksi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk tidak impor daging dan tetap mempertahankan kualitas serta kuantitas daging sapi.

Nurcahyo menerangkan, produksi daging sapi di Kabupaten Malang saat ini tunjukkan tren positif. Total populasi sapi kini mencapai 243 ribu ekor lebih. Namun, kebutuhan daging di Kabupaten Malang kata dia, hanya sebesar 25 persen.

"Kondisi sekarang surplus daging. Untuk itu kami bisa memenuhi kebutuhan daging untuk sejumlah  daerah di Jawa Timur. Surplus daging kita sampai 75 persen. Kemudian, kebijakan pelarangan daging impor ini memang atas kesepakatan bersama seluruh kota maupun Kabupaten se Jawa timur," terang Nurcahyo, ketika dikonfirmasi Minggu (17/3/2019).

Nurcahyo menambahkan, selain dikirim ke beberapa daerah di Jawa Timur kata dia, sapi di Kabupaten Malang juga dikirim ke  Kalimantan hingga Sulawesi. Jumlah pengiriman diyakini dalam jumlah yang lumayan besar.

Kemudian Nurcahyo menuturkan, dalam satu tahun saja ada sekitar 60 sampai 70 ribu ekor sapi anakan yang lahir. Apabila dikalkulasi, Total uang yang berputar saat sapi anakan itu lahir mencapai Rp 639 Miliar.

Nurcahyo menyadari agar tren positif ini dapat selalu terjaga, Pemerintah Kabupaten Malang terus berusaha memberi bantuan serta memfasilitasi setiap kebutuhan peternak sapi. Ia berharap produksi daging sapi bisa terus tunjukan gairah produktifitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sapi.

"Yang pasti akan terus kami dorong dan fasilitasi. Kami melakukan program inseminasi dan terus memberikan pembinaan serta pendampingan kepada peternak," tegas Nurcahyo.

Di sisi lain selain peternakan sapi, potensi peternakan kambing di Kabupaten Malang juga memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Nurcahyo menyebut, Kabupaten Malang menjadi salah satu sentra percontohan peternakan kambing di Jawa Timur.

"Kini Kabupaten Malang dianggap menjadi sentra kambing di Jawa Timur. Kini populasi kambing mendapai sekitar 253 ribu ekor," jelas Nurcahyo.

Agar semakin memacu produktifitas, Inseminasi Buatan (IB) bisa menjadi potensi yang bisa digalakkan kepada peternak.

Nurcahyo berharap dengan adanya IB dapat semakin meningkatkan populasi kambing yang berkualitas di Kabupaten Malang. Apalagi minat peternak ternak di Kabupaten Malang soal IB cukup tunjukkan gairah positif.

"Penerapan IB ini kan di Kabupaten Malang masih jarang sekali. Inilah langkah awal dilakukan IB pada kambing di Kabupaten Malang. Ini kami memulai ya, sampelnya memang di Dampit ini. Targetnya semua sentra kambing di Kabupaten Malang bisa menerapkan itu. Minat peternak sejauh ini juga tampakkan atensi yang baik," papar Nurcahyo.

Penerapan IB untuk peternak dinilai cukup mudah, Nurcahyo menyarankan, begitu kambing betina diketahui memasuki masa birahi, untuk seger memaggil petugas IB Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari .

"Begitu birahi panggil petugas BBIB, dan bisa dilatih juga oleh petugas BBIB. Nanti bisa beli semen (sperma) bekunya ke BBIB. Bisa dilakukan secara mandiri," tegas Nurcahyo.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved