Kabar Kalimantan Barat
Waspadai Modus Pria China Cari Jodoh Gadis Indonesia Lewat Jasa Mak Comblang, Dinikahi Lalu Disiksa
Waspadai Modus Pria China Atau Tiongkok Cari Jodoh Gadis Indonesia Lewat Jasa Mak Comblang, Dinikahi Lalu Disiksa
SURYAMALANG.COM - Gadis berusia 17 tahun asal Pontianak bernasib tragis setelah dinikahi pria berkebangsaan Tiongkok atau China.
Melalui jasa mak comblang, gadis bernama Ju alias DW ini dijodohkan dengan pria asal Tiongkok atau China.
Lambat laun, benih-benih cinta tumbuh di antara Ju alias DW dengan pria Tiongkok tersebut, hingga akhirnya mereka menikah.
Usai menikah, Ju alias DW dibawa oleh pria tersebut ke Tiongkok dan tinggal di sana.
Petaka pun akhirnya muncul, Ju alias DW diketahui mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya selama menetap di Tiongkok.
Ju alias DW disiksa, dan kabarnya kini berada di Kantor Polisi karena visa izin tinggalnya di Tiongkok sudah habis.
• Cewek Bersuami Doyan Selingkuh dengan 3 Pria Afghanistan Sekaligus, Kisahnya Viral & Berujung Fatal
• Baru Menikah, Pemuda Jombang Ini Langsung Tinggalkan Istri, Masalah Bermula 4 Maret 2019 di Lamongan
• Pesawat Jet Pribadi Syahrini Bakal Kena Gerebek, Hotman Paris Menjadi Dalang dalam Proyek Besar Ini
• Ditinggal Reino Barack Menikah, Bunyi Pidato Luna Maya Bikin Sahabatnya Ayu Dewi Terkagum-kagum
Mengetahui nasib tragis sang buah hati, kedua orang tua Ju alias DW, yakni Atu (60) dan istrinya Cong Mi Tjau (45), warga Jalan Kebangkitan Nasional, Pontianak hanya bisa pasrah dan meratapinya saja.
Kedua orang tua Ju alias DW hanya bisa berdoa agar buah hatinya diberi kesehatan oleh Tuhan YME sehingga bisa segera kembali ke Tanah Air.
Atu dan Cong Mi Tjau mengaku tak tahu dengan nasih putri kesayangannya pasca dibawa pria Tiongkok ke negaranya.
Peristiwa kelam yang dialami Ju alias DW bermula pada 2018 silam kala dinikahi pria asal Tiongkok tersebut.
Pria Tiongkok itu diketahui bernama Cheng Liu Yang.
Tak hanya menanggung sakit akibat disiksa suaminya Cheng Liu Yang, tapi Ju alias DW juga menuai masalah karena pernikahannya tidak disertai dokumen sah.
“Dia (Ju alias DW) ditahan sebelum Imlek kemarin. Tiga hari ditahan dia ada ngasi kabar,” kata Cong Mi Tjau kepada Tribunnews, Jumat (15/3/2019).
“Mak comblangnya ada jenguk dan nelepon ngasikan kabar ke saya, tapi habis itu sampai sekarang ndak ada kabarnya. HP-nya ditahan sama polisi,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) Kalimantan Barat, Devi Tiomana menyayangkan kasus yang menimpa Ju alias DW (17).
Menurutnya, masih ada warga Kota Pontianak yang menjadi korban human trafficking atau perdagangan manusia berkedok pernikahan.
Terlebih para korban merupakan gadis belia yang kemudian diboyong ke negara lain oleh si pemangsa.
Bahkan untuk kasus DW, warga Pontianak ini mendapatkan perlakuan buruk dari sang suami.
Devi mengungkapkan, ada pihak yang sengaja mencari gadis belia dari keluarga sederhana dan memiliki pendidikan rendah sehingga gampang dijadikan sasaran.
Modusnya, warga negara asing yang sedang mencari jodoh.
“Ada unsur iming-iming dari para mak comblang yang memang mencari gadis-gadis belia. Para mak comblang menjanjikan berbagai hal yang palsu. Lalu dibawa keluar dan yang pada akhirnya membahayakan nasib anak-anak ini. Begitu pulang bermasalah," ujar Devi Tiomana kepada Tribunnews, Jumat (15/3/2019).
Menurut Devi, praktik seperti ini sudah lama berlangsung di lingkungan masyarakat.
Ia berharap masyarakat lebih kooperatif mengatasi hal ini.
Menurutnya, kondisi warga negara asing yang mencari jodoh di Pontianak juga tak jelas dari segi ekonomi.
“Sadar, bahwa ini berbahaya. Masyarakat yang langsung merasakan akibatnya, dukanya, dan memang praktik seperti ini harus dihentikan," jelasnya.
Khusus di kawasan Pontianak Utara, kata Devi, sangat perlu dibentuk komunitas anti-trafficking.
“Yang pasti pemerintah harus turun tangan. Tak boleh dibiarkan. Kasus seperti ini terus-terusan terjadi. Negara tidak pernah hadir sesuai dengan undang-undang yang ada. Seharusnya negara hadir, bagaimana melakukan pencegahan. Pencegahannya harus dikemas dengan bahasa-bahasa yang mereka pahami,” ungkapnya.
Selain pencegahan, kata Devi, peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan.
“Berdayakan secara ekonomi dan secara sosial. Pendidikannya diperhatikan, sehingga masyarakat di sana tidak mudah terpengaruh akan hal-hal ini lagi,” jelasnya.
Janji Palsu Mak Comblang
- Comblang menjanjikan kehidupan mapan pada DW dan keluarganya di Pontianak.
- Comblang membawa Cheng Liu Yang, pria asal Tiongkok bertemu DW.
- Semua dokumen bagi si gadis kemudian dipersiapkan comblang.
- Combang, WNA dan keluarga membuat perjanjian di atas materai.
- Keluarga juga mendapatkan uang dari WNA.
- WNA Taiwan mengajak Julia dan ibunya ke Tiongkok. Keluarga merasa yakin dengan si WNA.
- Belakangan, Dw kerap dianiaya. Iming-iming kehidupan mapan tak terbukti.
- Kini Dw mendekam di penjara Tingkok tanpa kabar lantaran izin tinggalnya habis dan tak memiliki dokumen perkawainan sah.

Berita Menarik Lainnya
Ibu Berhubungan Intim dengan Anaknya Demi Uang
Seorang ibu tega melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan anak kandungnya yang masih berusia 4 tahun dan merekamnya.
Ibu tersebut tega melakukan tindakan bejat tersebut lantaran tergiur dengan uang yang bisa ia dapatkan jika menjual videonya.
Seorang ibu yang diduga merekam aksi dirinya berhubungan badan dengan putranya yang berusia empat tahun ini pun akhirnya diciduk polisi.
Ibu muda yang berusia 26 tahun itu diduga menjual rekaman aksi nekatnya di situs gelap.
Hal ini seperti dikutip SURYAMALANG.com dari artikel terbitan Dailymail 14 Maret 2019.
Polisi menggerebek flat milik wanita berusia 26 tahun itu di kota Vinnytsia di wilayah Vinnytsia Oblast, Ukraina.
Apartemen tempat ibu tega perkosa anak kandungnya. (Daily Mail)
Di dalam flat, polisi menemukan banyak file video yang disimpan di komputer milik ibu muda tersebut.
Ibu muda yang tidak disebutkan namanya untuk melindungi identitas korban itu, dilaporkan telah menjual rekaman video tersebut masing-masing seharga 3.000 hryvnias Ukraina (Rp 1,6 juta).
Secara total, dia membuat dan menjual sekitar 30 video dan mendapatkan sekitar 90.000 hryvnias Ukraina (Rp 47,2 juta) ujar polisi.
Wanita itu juga mengambil foto-foto porno dengan putranya yang kemudian juga dia jual di web gelap.
Selama proses penggerebekan polisi, sang ibu muda itu berkata jika awalnya ia dihubungi oleh seorang wanita muda melalui email.
Wanita itu menawari pekerjaan bagi si ibu muda.
“Saya harus mencari secara online untuk anak-anak yang mau ikut terlibat dalam pemotretan gambar porno untuk mendapatkan uang.
Saya disuruh merekam anak-anak di rumah mereka ketika orang tua mereka pergi atau mengundang mereka ke tempat saya.
Saya juga disuruh mencari orang tua yang tidak keberatan membiarkan anak-anaknya direkam dalam video porno untuk mendapatkan uang.
Lalu wanita itu menawariku untuk mencobanya dengan putraku sendiri dan mengatakan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dan aku setuju," ujar ibu muda tersebut.
Akibat aksi nekatnya, ibu muda itu ditangkap dan ditahan polisi.
Polisi juga mengambil komputer dan barang bukti lainnya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Seorang juru bicara kepolisian mengatakan, "Polisi mengumpulkan bukti terhadap seorang warga Vinnytsia yang berusia 26 tahun yang merekam hubungan seks dengan putranya yang berusia empat tahun untuk waktu yang lama.
Tersangka telah menjual rekaman video itu kepada klien asing.
Untuk setiap video dia mendapat 3.000 hryvnias (Rp 1,6 juta).
Sebelumnya si ibu muda itu bekerja dalam industri pornografi orang dewasa dan menjualnya.
Kemudian dia ditawari lebih banyak uang untuk merekam dan menjual aksi seksualnya dengan sang putra dan menyetujuinya," ujar polisi tersebut.
Atas aksinya, ibu muda itu didakwa melakukan pemerkosaan, korupsi seksual anak di bawah umur, produksi dan distribusi materi pornografi.
Sementara sang anak kini telah dirawat.
Dia sedang mendapatkan konseling dan akan segera dikirim ke panti asuhan, kata polisi.
Tersangka menghadapi tuntutan 10 tahun penjara jika terbukti bersalah.