Malang Raya

Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Gelar Pelatihan Program Hibah Dana Desa

Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menyelenggarakan pelatihan Program Hibah Dana Desa (PHBD) di Ruang Abd Radjab, Rabu (20/3/2019).

Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Gelar Pelatihan Program Hibah Dana Desa
Benni Indo
Para dosen dan mahasiswa Unikama mengikuti pelatihan Program Hibah Dana Desa (PHBD) di Ruang Abd Radjab, Rabu (20/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, SUKUNUniversitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menyelenggarakan pelatihan Program Hibah Dana Desa (PHBD) di Ruang Abd Radjab, Rabu (20/3/2019). Pelatihan ini diikuti oleh para mahasiswa dan dosen Unikama.

Dr Bambang Dwi Argo dari Universitas Brawijaya menjadi reviewer dalam pelatihan. Dalam pemaparannya, Bambang mengajak agar mahasiswa atau dosen mengambil kesempatan PHBD. Pasalnya, merupakan bagian dari fungsi tri dharma perguruan tinggi.

Dijelaskan Bambang, penyampaian informasi terkait PHBD di perguruan tinggi sangat penting. Bambang merasa, informasi tentang PHBD selama ini belum tersalurkan begitu masiv. Dengan adanya pelatihan, diharapkan dapat memperkaya informasi.

Selain itu juga sebagai wadah pengetahuan bagi perserta agar bisa menyusun proposal dan diterima oleh panitia. Pasalnya, deadline pengiriman proposal berakhir pada 28 Maret 2019.

“Jadi ini upaya pemerataan informasi. Ini penting bagi perguruan tinggi karena sampai sekarang ini kami merasa belum meraba informasi. Dengan adanya kegiatan informasi seperti ini, pemerataan informasi akan menjadi lebih baik,” jelas Bambang.

Dilanjutkan Bambang, ada 30 sampai 40 an program yang dicanangkan oleh Kemenristekdikti. Salah satunya adalah PHBD. Program-program yang dicanangkan Kemenristekdikti itu untuk merangsang mahasiswa maupun dosen memenuhi kebutuhan Tri Dharma perguruan tinggi.

Mengenai PHBD, menurut Bambang sangat berpotensi besar. Pasalnya, pemberdayaan desa yang dilakukan oleh perguruan tinggi memiliki nilai optimalisasi penerapan keilmuan terhadap masyarakat.

“Tapi tergantung siapa. Saya kira potensi perguruan tinggi untuk membantu perkembangan desa sangat luar biasa,” katanya.

Bambang menjelaskan, dirinya memiliki desa binaan di Kabuapten Probolinggo. Di sana, telah teraliri listrik dengan daya 70 ribu watt. Listrik itu dihasilkan dari aliran air sungai yang berada di desa.

“Dari potensi air yang sebelumnya hanya lewat saja sekarang dampaknya setelah ada listrik mulai bermunculan industri kecil menengah,” terangnya.

Bambang menilai, Unikama memiliki potensi seperti itu juga. Apalagi, ada peningkatan hingga 10 persen di tahun 2018 tentang jumlah penerima pendanaan proposal dari Kementistekdikti di Unikama. Nilainya menjadi 17 persen yang sebelumnya, pada 2017 hanya 7 persen saja.

“Tapi memang membina SDM itu tidak gampang. Sebetulnya mahasiswa dan dosen memiliki kreatifitas yang seharusnya diperhatikan pemerintah,” katanya.

Namun saat ini, menurut Bambang, perhatian pemerintah terhadap inovasi dari mahasiswa maupun dosen belum tinggi. Padahal, jika dikolaborasikan akan membawa dampak kemajuan pada daerah.

“Selama dari sisi pemerintahannya proaktif, itu sangat baik. Kalau pemerintah proaktif dengan kampus, perkembabgan di wilayah sangat cepat,” jelasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved