Nasional
Malu Melahirkan Sebelum Menikah, Guru Honorer Ini Bunuh Bayinya
Guru honorer berinisial MR (26) tega membunuh bayinya sendiri, dan menguburkan di kebun di Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Magelang.
Setelah melahirkan, guru honorer itu menganiaya bayi perempuannya sampai tewas.
“Saat bayi itu keluar, dia mendiamkan orok bayi tersebut tanpa diberi pakaian.”
“Diduga ada upaya kekerasan sehingga bayi meninggal.”
“Lalu bayi tersebut dibungkus menggunakan sarung,” jelasnya.
Setelah penganiayaan tersebut, MR menguburkan bayinya di kebun bambu belakang rumahnya Senin (25/3/2019).
MR memakamkan bayinya usai pulang dari mengajar di sekolah.
MR mengubur bayinya dengan menggunakan cangkul dan sekop di liang sedalam sekitar 50 sentimeter.
“Sepulang dari mengajar, pelaku memakamkan bayinya di kebun bambu belakang rumahnya menggunakan cangkul dan cethok.”
“Dia mengubur sendiri dengan kedalaman 50 cm,” ungkapnya.
Polisi akan menyelidiki lebih lanjut terkait identitas ayah biologis bayi yang dilahirkan MR.
“Pelaku malu karena bayi itu hasil dari hubungan gelap.”
“Akhirnya dia tega melakukan kejahatan tersebut.”
“Sementara itu saat lahir ada upaya kekerasan,” ujar Eko, dilansir oleh Tribun Jogja, Selasa (16/4/2019).
“Hasil autopsi Polda, bayi dibekap menggunakan tangan.”
“Kami masih cari tahu hubungan gelap pelaku dengan siapa,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bayi-anak-kekerasan-anak-penganiayaan-pembunuhan-bocah_20180704_201704.jpg)