Kabar Kediri
7 Fakta Baru Wanita Kanibal dari Kediri yang Makan Jari, Sekarang di Bawa ke Rumah Sakit Jiwa
7 fakta terkini wanita kanibal dari Kediri, mulai dipantau pemerintah dan dimasukkan rumah sakit jiwa.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Lagi-lagi tidak dapat berbuat banyak, nenek Wiji hanya menyemprotkan cairan pembersih pada lukanya.
Karena sudah sangat parah, luka pada lututnya berbau dan akan mengeluarkan belatung ketika disemprot cairan permbersih.
"Lukanya sudah berbau, kalau disemprot cairan pembersih keluar belatungnya," tambah Arif.
6. Kasus Kanibal Wiji Mendapatkan Perhatian pemerintah

Dewan Kesehatan Daerah (DKR) Jawa Timur telah mengetahui keadaan yang dialami Wiji Fitriani.
Ia pun meminta agar pihak terkait memberikan perhatian khusus kepada Wiji mengingat keadaannya sudah sangat mengkhawatirkan.
"Petugas Kesehatan di Kabupaten Kediri seharusnya bisa lebih memberikan perhatikan kepada Wiji, pasien jiwa yang memakan jarinya," ujar Arif.
Arif juga berharap pihak terkait tidak hanya menunggu tapi langsung bertindak proaktif dengan mengunjungi rumah penderita.
"Petugas jangan hanya menunggu laporan dan duduk saja. Apalagi penderita juga memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS)," tambahnya.
Melihat kondisinya yang kian memprihatinkan, Wiji harus segera mendapatkan kan perawatan intensif di Rumah Sakit.
Selama ini diketahui pula pihak kelurga jarang memberikan obat penenang ketika Wiji kambuh.
Penanganan luka yang dilakukan oleh neneknya juga sangat sederhana bahkan tidak ada perawatan khusus untuk bagian tubuh Wiji yang terluka.(didik Mashudi)
7. Wiji Dirawat di RSJ Menur Surabaya
Petugas dari kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri telah mendapat perintah untuk memantau kondisi Wiji Fitriani (28), wanita kanibal pengidap gangguan jiwa yang memakan jari-jari tangannya.
Wiji Fitriani (28) akan terus dirawat dan dipantau selama mendapatkan pengobatan di RSJ Menur Surabaya, sampai dapat dinyatakan bisa dipulangkan.