Jendela Dunia

Kenji Nagai Jurnalis Jepang yang Tewas saat Liputan di Myanmar, Peluru Bersarang di Jantungnya

Kenji Nagai Jurnalis Jepang yang Tewas saat Liputan di Myanmar, Peluru Bersarang di Jantungnya

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
kolase Flickr/cpg.org
Meski tertembak dan sekarat, jurnalis asal Jepang ini tetap melaksanakan tugasnya. 

Lyra Mckee (29) menjadi korban tewas setelah tertembak saat terjadi kerusuhan dan bentrokan bersenjata antara kelompok para militer dengan polisi.

Lyra mengalami luka tembah pada bagian kepala yang menyebabkan ia tewas.

Polisi menduga tembakan berasal dari senjata yang dibawa anggota kelompok paramiliter Tentara Republik Irlandia (IRA) saat terjadinya bentrokan.

Pihak kepolisian Irlandia pun langsung memburu pria bersenjara yang diduga menjadi pelaku penembakan setelah merilis rekaman kamera keamanan yang menunjukan keadaan sat kerusuhan terjadi.

Dalam rekaman yang dirilis pihak kepolisian, terlihat korban berdiri dengan para jurnalis yang lain di sebelah kendaran polisi.

Rekaman pun juga memperlihatkan pria bersenjata yang diduga pelaku saat melepaskan tembakan.

Petugas kepolisian Irlandia Utara memeriksa lokasi kerusuhan yang menewaskan seorang jurnalis di Creggan, Londonderry, Kamis (18/4/2019) malam.
Petugas kepolisian Irlandia Utara memeriksa lokasi kerusuhan yang menewaskan seorang jurnalis di Creggan, Londonderry, Kamis (18/4/2019) malam. (AFP)

Massa aksi kerusuhan juga membawa bom molotov dan kembng api yang dilemparkan ke atah petugas kepolisian.

“seorang pria kemudian melepaskan tembakan di lingkungan pemukiman di kota dan berakibat melukai nona McKee,” kata kepala polisi mark Hamilto, dikutip AFP dilansir dari Kompas.com dalam artikel berjudul Jurnalis Tewas tertembak saat kerusuhan di irlandia Utara, Dua Remaja Ditahan.

Pihak Kepolisian Irlandia Utara akhirnya menahan dua remaja, yang baru berusia 18 dan 19 tahun, di Londonderry, yang diduga sebagai pelaku penembakan jurnalis yang menewaskan Lyra Mckee.

"Dua pria, berusia 18 dan 19 tahun, ditangkap di Londonderry di bawah undang-undang anti-teror dan dibawa ke Belfast untuk diinterogasi," kata kepolisian Irlandia Utara dalam pernyataannya, Sabtu (20/4/2019).

Aksi kerusuhan di Irlandia Utara ini terjadi menjelang akhir pekan paskah, yang dipicu penolakan dari partai Republik terhadap kehadiran Inggris di Irlandia Utara untuk memperingati pemberontakan 1916.

Para pejabat mencurigai kerusuhan terjadi karena kelompok New Ira, sebuah kelompok paramiliter republik yang menentang perubahan tanpa kekerasan untuk mewujudkan Irlandia bersatu.

Kelompok New IRA disebut sebagai kelompok gabungan dari kelompok-kelompok bersenjata lain yang menolak proses perdamaian Irlandia Utara.

Kelompok ini juga mengklai bertanggung jawab atas insiden teror bom ransel yang dikirim ke London dan Glasgow Maret lalu.

IRA menginginkan penggabungan Irlandia Utara menjadi Reoublik Irlandia melalui jalur kekerasan.

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved