Kabar Tulungagung

Dinkes Tulungagung Intensif Awasi Asrama Mahasiswa Dan Pabrik, Upaya Cegah Penyebaran Tuberkulosis

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung terus mencari pasien-pasien baru yang terjangkit kuman Tuberkulosis (TB).

Dinkes Tulungagung Intensif Awasi Asrama Mahasiswa Dan Pabrik, Upaya Cegah Penyebaran Tuberkulosis
suryamalang.com/David Yohanes
Suasana kerja karyawan pabrik rokok, salah satu tempat yang diawasi Dinkes untuk mencegah penularan TB. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung terus mencari pasien-pasien baru yang terjangkit kuman Tuberkulosis (TB). Pasalnya dari angka insiden rate (IR) yang ditetapkan tahun 2019 sebesar 2.419 pasien, baru 345 pasien yang ditemukan.

"Pasien TB harus cepat ditemukan dan diobati. Ini bagian dari target nasional, Indonesia bebas TB tahun 2030," kata Kasi P2M Dinkes Tulungagung, Didik Eka, kemarin.

Dikatakan Didik, Dinkes menggunakan empat metode untuk mencari pasien TB baru, yaitu pasie, aktif, massif dan intensif. Cara pasif dilakukan oleh semua instansi kesehatan, dengan menunggu pasien datang kemudian dilaporkan.

"Jadi semua instansi kesehatan, baik negeri atau swasta mereka tidak mencari pasien TB. Tapi kalau ditemukan akan langsung dilaporkan," ucap Didik.

Cara aktif dilakukan dengan melakukan penyisiran lingkungan di sekitar pasien TB. Jika ada satu pasien ditemukan, maka keluarganya, teman bermain hingga teman sekolah akan diperiksa, apakah tertular atau tidak. Sedangkan cara massif dilakukan di tempat-tempat yang banyak penghuninya.

Dinkes Tulungagung telah memetakan asrama mahasiswa dan pabrik sebagai sasaran. Di tempat-tempat ini akan dilakukan penyisiran secara acak.

"Sebab di pabrik atau asrama, jika satu saja terkena maka penyebarannya akan cepat dan ke banyak orang," ujarnya.

Selain pabrik dan asrama, Lapas juga menjadi salah satu sasaran pencegahan secara massif. Sedangkan cara intensif adalah semua upaya tersebut dilakukan terus menerus.

Selain itu Dinkes juga menggandeng Dinas Tenaga Kerja . Karena sejauh ini pekerja yang enggan TB, takut berobat dengan alasan takut dipecat. Dinas Tenaga kerja yang akan memberikan sosialisasi ke pemberi kerja, tentang hak karyawan yang mengidap TB. "Jangan sampai mereka dipecat, karena efek sosialnya tentu akan lebih luas," pungkas Didik. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved