Malang Raya
Underpass Karanglo Singosari Mulai Dioperasionalkan Hari Ini, Hati-Hati Kemacetan Masih Ada !
Operasional sementara underpass Karanglo memang terlihat dilakukan di Jumat (10/5/2019) pagi ini. Tapi sifatnya sementara
SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Apa kabar proses pembangunan underpass Karanglo Singosari ?
Sejak Kamis (9/5/2019) telah beredar informasi terkait penggunaan underpass Karanglo atau dibuka sementara pada hari ini, Jumat (10/5/2019) pagi.
Operasional sementara underpass Karanglo memang terlihat dilakukan di Jumat (10/5/2019) pagi ini.
Beberapa pengguna jalan melihat arus lalu lintas dari arah Kota Malang menuju Surabaya sudah diarahkan masuk melintasi underpass.
• Kisah Perjalanan Spiritual Titi DJ Hingga Jadi Mualaf, Reaksi Suami di Luar Dugaan
• Muzdalifah Luapkan Unek-uneknya, Menangis Sendirian Gara-gara Fadel Islami: Saya Gak Nikah Lagi
"Tadi pagi kalau gak salah sekitar jam 7.30 WIB, saya lihat, yang dari kota Malang sudah bisa masuk underpass," Dendy, salah satu pengguna jalan, warga Malang.
Terkait dengan Underpass Karanglo, Direktur Utama PT Jasa Marga Tol Malang-Pandaan, Agus Purnomo dalam wawancara di hari Kamis (9/5/2019) mengatakan pihaknya juga masih menunggu uji layak fungsi dari pusat.
Rencananya, uji layak fungsi akan dilakukan pada pekan ini.
Meski demikian, Agus belum bisa memastikan di tanggal berapa uji layak fungsi itu akan digelar.
"Yang pasti pada minggu ini. Semoga saja kedua proyek kami ini bisa segera diresmikan sebelum lebaran," ujarnya, Kamis (9/5/2019).
Karena masih bersifat sementara, kepadatan lalu lintas di sekitaran simpang Karanglo masih terasa.
Belum didapat keterangan resmi terkait operasional underpass Karanglo pagi ini.
• Uji Coba Underpass Karanglo Ternyata Resmi Mulai Jumat Malam, Perhatikan Waktu dan Alasannya Ini
• Ahmad Dhani Gagal Lolos Jadi Anggota DPR RI, Perhatikan Hitungan Perolehan Suara di Dapil I Jatim
Underpass Karanglo merupakan salah satu paket pembangunan yang berkaitan dengan jalan tol Pandaan- Malang sebagai salah satu solusi menghindari kemacetan di sekitaran pintu tol Karanglo.
Hingga kini, Tol Malang-Pandaan (Mapan) belum juga dioperasikan meski pembangunannya sudah berjalan sekitar 80 persen.
Tol yang terdiri dari lima seksi itu, sudah merampungkan tiga seksi pembangunnannya yakni untuk seksi I,II dan III antara Pandaan-Singosari.
Sementara untuk seksi IV dan V antara Singosari dan Madyopuro hingga kini masih dalam proses pengerjaan.
Direktur Utama PT Jasa Marga Tol Malang-Pandaan, Agus Purnomo mengatakan, pihaknya kini masih menunggu kabar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menurutnya, sejak Rabu (8/5) kemarin Kementerian PUPR telah melakukan uji layak fungsi kembali untuk seksi I,II dan III.
"Selama tiga hari ini, mulai tanggal 8-10 Mei 2019 mereka melakukan uji layak fungsi lagi sebelum diresmikan nanti," ucapnya.
Dijelaskan Agus, usai Kementerian PUPR melakukan uji layak fungsi, pihaknya tinggal menunggu keluarnya sertifikat.
Apabila sertifikat tersebut sudah keluar, maka Tol Mapan akan bisa diresmikan.
"Target kami sebelum lebaran sudah bisa diresmikan. Kini kami masih menunggu keputusan dari pusat saja," ucapnya.
Agus mengatakan, pihaknya juga sedang melakukan sejumlah perbaikan sebelum Tol Mapan ini diresmikan.
Di antaranya dengan memasang rambu-rambu rawan kabut yang telah dipasang di dua titik yakni di Lawang dan Purwodadi.
"Tim kami saat ini masih melakukan pengecatan jalan dan pemasangan rambu lalu-lintas di sisi pintu tol Purwodadi dan Singosari, agar pada waktu proses peresmian nanti semuanya sudah komplit," ucapnya.
Agus berharap, sebelum lebaran nanti izin operasional telah keluar dan masyarakat sudah bisa mempergunakannya untuk mudik.
"Meski yang diresmikan nanti hanya seksi I,II dan III, diharapkan nantinya bisa memperlancar transportasi masyarakat pada saat arus mudik dan Lebaran 2019," terangnya.
Seperti diketahui, pembangunan Jalan Tol Malang-Pandaan ini menghabiskan dana Rp 5,97 Triliun sepanjang 38,48 Kilometer.
Seksi satu meliputi Pandaan sampai Purwodadi, Seksi dua Purwodadi sampai Lawang, Seksi tiga Lawang sampai Singosari, Seksi empat Singosari sampai Pakis, dan terkahir seksi lima Pakis sampai Sawojajar.
(Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)