Kabar Trenggalek

Jadi Lokasi Menginap Plt Bupati Trenggalek, Slamet Terharu Rumahnya Berdinding Bambu Akan Direnovasi

Rumah yang ia tinggali itu adalah bangunan asli sejak pertama tinggal di sana. Ukurannya 4 m x 7 m. Seluruh dindingnya berupa gedek (anyaman bambu).

Jadi Lokasi Menginap Plt Bupati Trenggalek, Slamet Terharu Rumahnya Berdinding Bambu Akan Direnovasi
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin bersama perangkat desa dan kecamatan saat berada di kediaman Slamet, Rabu (15/5/2019) malam 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Slamet (40) terlihat sumringah ketika rombongan dari Pemkab Trenggalek berkunjung ke rumahnya, Rabu (15/5/2019) malam.

Selama ini, Slamet tinggal sendiri di rumah yang berada di Dusun Kempong, Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan.

Terakhir, ia tinggal bersama sang nenek belasan tahun lalu. Orang tua Slamet meninggal ketika ia masih balita.
Sementara itu, Slamet tak punya saudara kandung satu pun. Ia juga tidak menikah. "Tapi di dekat sini ada rumah Pakde," kata Slamet.

Rumah yang ia tinggali itu adalah bangunan asli sejak pertama tinggal di sana. Ukurannya 4 m x  7 m. Seluruh dindingnya berupa gedek (anyaman bambu,red). Di dalam rumah hanya ada satu sekat untuk memisahkan dapur dengan ruang lain. Ia memakai tungku kayu untuk memasak.

Di depan ada dipan tanpa kasur dan sebuah lemari kusam tempat baju Slamet disimpan. Perabot untuk masak dan makan benda-benda lawas yang tak kalah kusam.

Tak ada satu pun perabot. Meja dan kursi tak tersedia. Jam dinding tak ada. Lantai rumah masih berupa tanah. Juga tak ada toilet, apalagi kamar mandi. "Kalau mandi di kali (sungai). Dekat sini. Jalan kaki lima menit," ujar Slamet.

Slamet berbicara secara pelan. Beberapa tahun ini ia sakit-sakitan. Sudah lama juga ia tak bekerja. Paling banter, saat kondisi badannya mendingan, ia jadi buruh tani di tegalan di desa itu.

Slamet tak punya penghasilan tetap yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Duit dari hasil kerja jarang-jarang itu yang dia pakai untuk membeli bahan makanan sederhana. Beras didapat dari bantuan kerabat.

Selama ia tinggal di sana, rumah itu baru sekali diperbaiki. Yakni ketika atap rumah hampir roboh akibat dimakan usia.

 Sekarang, atap rumah itu berupa asbes. Disangga dengan kayu-kayu yang tampak masih baru. Sehari-hari, rumah Slamet tak pernah ramai. Kecuali pada malam itu. Puluhan warga berkumpul untuk bersilaturahmi ketika Plt Bupati Trenggalek, M Nur Arifin menginap di sana.

Slamet, Gus Ipin, pegawai Pemkab Trenggalek, dan warga sekitar sahur bareng-bareng setelah beberapa jam sempat tertidur.

Di sela waktu itu, Slamet sempat memandangi rumahnya dari luar. Ia merasa senang mendengar kabar bahwa rumahnya mau direnovasi. "Ya sangat mau diperbaiki," kata Slamet.

Rencananya, Pemkab Trenggalek bakal memperbaiki beberapa sisi rumah Slamet. Dinding dari anyaman bambu bakal diganti dengan batu bata dan kayu tripleks. Biasanya, pihak desa pun turut kerja bakti untuk memperbaiki beberapa sisi lain.

Gus Ipin, sapaan akrab M Nur Arifin mengatakan, renovasi itu merupakan bagian dari program bedah rumah. Program tersebut rutin dijalankan. Ketika menginap di rumah warga sepekan sekali, tempat tinggal itu bakal direnovasi. Pihak kecamatan bakal memilihkan rumah yang paling tidak layak buat dihuni semalam.

"Di desa ini tadi saya dengar ada dua yang kondisinya seperti ini. Saya sudah minta untuk dicari juga," katanya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved