Malang Raya
Suka Dengan Adiknya Sendiri, Diduga Jadi Penyebab Sugeng Stres Dan Sempat Diusir Warga Jodipan
Sejak ditinggal meninggal dunia oleh kedua orangtuanya, Sugeng sering menyenderi. Gangguan jiwa yang diderita Sugeng berawal dari menyukai adiknya.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Sugeng Angga Santoso, terduga pelaku mutilasi di Matahari Pasar Besar Kota Malang dianggap memiliki gangguan jiwa oleh warga Jodipan, Kota Malang.
Sugeng yang dulunya adalah penduduk Jodipan kini harus hidup sebatang kara karena telah ditinggal oleh sanak saudaranya.
Sejak ditinggal meninggal dunia oleh kedua orangtuanya, Sugeng sering menyenderi.
Gangguan jiwa yang diderita Sugeng berawal dari Sugeng yang menyukai adiknya sendiri.
Hal itu dijelaskan oleh Narto (51) tetangga Sugeng sewaktu tinggal di Jodipan dulu.
Narto mengatakan, warga dari dulu sudah curiga dengan gerak-gerik Sugeng yang aneh ketika bersama adiknya.
Dicontohkan Narto, sewaktu sedang berada di rumah, tingkah laku Sugeng seperti bukan sebagai kakak.
Namun lebih seperti pacar dan Sugeng selalu menempel adiknya terus ke mana-mana.
"Dulu kalau di rumahnya itu sudah kayak pacarnya sendiri.
Tiap kali adiknya Sugeng ini bawa pacar, mesti selalu konflik dengan Sugeng.
Dan itu terjadi berulang kali," ucap Narto kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (16/5).
Meski demikian, Narto tidak ingat kapan persisnya kejadian tersebut.
Narto juga tak ingat nama dari adiknya Sugeng, karena sempat dipindahkan dari Jodipan.
"Kejadian itu sudah lama, Sugeng akhirnya dipisahkan dengan adiknya oleh kedua orang tuanya.
Sejak saat itu Sugeng tidak pernah bertemu lagi dengan adik perempuannya itu," ucap Narto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tulisan-tangan-diduga-pelaku-mutilasi-di-dinding-rumah-kosong-di-jodipan-kota-malang.jpg)