Malang Raya

Satpol PP Antisipasi Kedatangan Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan di Kabupaten Malang

Satpol PP Kabupaten Malang mengantisipasi kedatangan gelandangan, pengemis (gepeng), dan anak jalanan (anjal) jelang Lebaran.

Satpol PP Antisipasi Kedatangan Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan di Kabupaten Malang
TRIBUN BALI/MANIK PRIYO PRABOWO
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Satpol PP Kabupaten Malang mengantisipasi kedatangan gelandangan, pengemis (gepeng), dan anak jalanan (anjal) jelang Lebaran.

“Biasanya mereka mulai datang antara satu sampai dua pekan jelang Lebaran. Puncaknya terjadi pada sepekan jelang Idul Fitri,” terang Nazarudin Hasan T, Kepala Satpol PP Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (22/5/2019).

Pihaknya juga koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Malang untuk mengantisipasi kedatangan para gepeng dan anjal.

Menurutnya, mayoritas para gepeng dan anjal berasal dari luar Kabupaten Malang.

Biasanya para gepeng dan anjal keliaran di Kepanjen, Lawang, Singosari, dan Turen.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Nurhasyim siap untuk menurunkan tim jika dimintai tolong Satpol PP.

“Fenomenanya terus berulang setiap tahun. Bahkan para gepeng dan anjal itu biasa didrop dari beberapa kabupaten/kota di sekitar Malang,” terang Nurhasyim.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Malang, Retno Tri Damayanti mengaku kesulitan mengidentifikasi jaringan atau yang mengoordinir para gepeng maupun anjal.

Selama ini hal yang bisa dilakukan untuk menangani para gepeng dan anjal tersebut adalah memulangkan ke daerah asal.

“Setelah diberi pembinaan, selanjutnya kami komunikasikan dengan dinas sosial di kota atau kabupaten asal mereka untuk dipulangkan ke daerah asalnya.”

“Kalau hari biasa, kebanyakan mereka beraksi di sekitar rumah ibadah, seperti masjid,”  beber Retno.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved