Selebrita

Bahaya Penyakit Mematikan Hotman Paris Sampai Siap Bagi Warisan, 7 Gaya Hidup Ini Jadi Pemicunya

Bahaya Penyakit Mematikan Hotman Paris Sampai Siap Bagi Warisan, 7 Gaya Hidup Ini Jadi Pemicunya

Bahaya Penyakit Mematikan Hotman Paris Sampai Siap Bagi Warisan, 7 Gaya Hidup Ini Jadi Pemicunya
Tribunnews.com
Bahaya Penyakit Mematikan Hotman Paris Sampai Siap Bagi Warisan, 7 Gaya Hidup Ini Jadi Pemicunya 

Berikut SURYAMALANG.COM rangkum dari Kompas.com 7 gaya hidup yang menjadi pemicu penyakit jantung.

1. Kurang tidur

Saat kita beristirahat, tubuh bekerja keras untuk memperbaiki DNA, menambah kadar vitamin, dan menghasilkan antioksidan.

Riset telah membuktikan, mereka yang memiliki gaya hidup sehat - seperti olahraga, mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok dan mengonsumsi alkohol -  67 persen lebih rendah untuk terhindari dari penyakit jantung.

Periset juga menemukan fakta, mereka yang tidur dengan intensitas yang cukup -7-8 jam dalam semalam, 83 persen lebih rendah untuk terhindar dari penyakit jantung. Riset tersebut dilakukan dengan mengamati 1.500 orang selama 14 tahun.

Terbukti, bahwa tidur merupakan istirahat terbaik, dan para ahli pun sepakat untuk menjadikan tidur sebagai prioritas demi kesehatan.

 Jadi, agar kita memiliki kualitas dan kuantitas tidur yang baik, para ahli menyarankan agar kita menggunakan ruangan yang sejuk, gelap dan tanpa gangguan, serta menetapkan jam tidur sebelum malam terlalu larut.

2. Terlalu banyak terpapar polusi udara

Bahan kimia di udara yang tercemar dapat meningkatkan peradangan di tubuh, meningkatkan oksidasi, dan mencemari organ penting seperti jantung.

Para ilmuwan di Vancouver, British Columbia, menemukan fakta, peningkatan polusi lalu lintas dan kebisingan mengakibatkan peningkatan jumlah kematian karena penyakit jantung, sebanyak enam persen selama hampir sepuluh tahun.

Ketika pabrik di Beijing tutup selama dua bulan, - saat Olimpiade 2008, untuk memperbaiki kualitas udara, warga negara China mengalami peningkatan tekanan darah dan kesehatan arteri yang lebih baik.

Jadi, agar kita terhindar dari risiko penyakit jantung, hindarilah asap rokok, jauhkan diri dari asap kendaraan bermotor saat berada di luar, dan hindari situasi di mana kualitas udara buruk, seperti memanggang di dalam rumah.

3. Terlalu banyak terpapar racun logam berat

Sebanyak tiga perempat orang memiliki kadar bahan kimia tingkat tinggi dalam darah seperti timbal, merkuri dan kadmium, yang dapat meracuni enzim yang berfungsi dalam proses penyembuhan.

Para ilmuwan melakukan riset dengan meneliti lebih dari 1.400 penderita serangan jantung.

Peserta dalam riset terbagi menjadi dua, di mana peserta pada kelompok pertama menerima infus mingguan dengan obat yang mampu menghilangkan logam berat atau terapi khelasi.

Sementara itu, peserta pada kelompok kedua menerima obat plasebo atau "obat palsu" tanpa khasiat apapun selama 30 minggu.

Hasilnya, peserta pada kelompok pertama, terutama penderita diabetes, mengalami lebih sedikit serangan jantung.

Penelitian ini memang masih membutuhkan riset yang lebih mendalam.

4. Stres berlebihan

Terlalu stres dapat meningkatkan kortisol dan adrenalin yang membuat gula darah naik dan pembuluh darah mengeras.

Untuk melihat efek stres ini, periset meneliti 21 orang dengan penyakit jantung dan memberi pelatihan tentang kesehatan jantung.

Periset juga memberi petunjuk cara bermeditasi terkait hal ini.

Setelah lima tahun, mereka yang melakukan meditasi mengalami penurunan risiko penyakit janutung, stroke, dan kematian, hingga 50 persen dalam serangan jantung.

5. Sering lembur kerja

Orang yang bekerja setidaknya 55 jam per minggu lebih berisiko memiliki penyakit jantung dibanding orang yang bekerja selama 35-40 jam per minggu.

Hal ini bisa disebabkan karena tekanan pekerjaan di kantor. Semakin banyak kamu menghabiskan waktu untuk bekerja atau lembur, maka mungkin akan semakin banyak pikiran.

 Kamu menjadi lebih stres, lebih banyak duduk, dan kurang olahraga.

6. Nonton tv terlalu lama

Tidak ada salahnya memang menonton tv sambil istirahat dan bersantai di rumah.

Namun, jika terlalu lama bisa menjadi penyebab penyakit jantung.

Jika kamu berjam-jam di depan tv sambil ngemil dan dengan posisi yang itu-itu saja, ini dapat meningkatkan risiko memiliki penyakit jantung.

Asosiasi Jantung di Amerika (American Heart Association) melaporkan bahwa diam dengan posisi yang sama dalam waktu yang lama adalah salah satu faktor risiko dari serangan jantung dan stroke.

Tubuh yang tidak aktif pada umumnya buruk untuk kesehatan secara menyeluruh, terutama jantung. Ini membuat rentan terhadap pembekuan darah.

Selain itu, saat nonton tv sambil makan berlebihan, seseorang mungkin akan ngemil junk food. Ini juga akan meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung.

7. Tinggal di lingkungan yang terlalu bising

Tingkat kebisingan suara bisa memengaruhi kesehatan jantung kita.

Mulai dari sekitar 50 desibel, yang setara dengan suara obrolan dan kebisingan lalu lintas dapat meningkatkan tekanan darah dan kemungkinan gagal jantung.

Untuk setiap peningkatan 10 desibel, kemungkinan penyakit jantung dan stroke seseorang juga akan meningkat.

Hal ini mungkin terkait dengan bagaimana tubuh bereaksi terhadap stres.

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved