Berita Malang

BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Rebutan Lahan Parkir Sawojajar& Jari Korban Mutilasi Sugeng Bak Mumi

Berita Malang populer hari ini mulai dari perebutan lahan parkir di Ruko Wow, Sawojajar hingga jari korban mutilasi Sugeng diproses jadi mumi.

BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Rebutan Lahan Parkir Sawojajar& Jari Korban Mutilasi Sugeng Bak Mumi
Suryamalang.com/kolase
BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Rebutan Lahan Parkir di Sawojajar & Jari Korban Mutilasi Jadi Mumi 

Di sisi lain, Kasi Pendataan dan Pendaftaran BP2D Nanang mengatakan, pihaknya akan melakukan verifikasi ulang terkait NPWPD ini.

Menurutnya, pada saat petugas BP2D melakukan verifikasi di wilayah tersebut, yang menjaga di parkiran tersebut merupakan orang-orang dari Budi Santoso.

"Mungkin saat verifikasi dulu ini yang jaga orang dari Budi Santoso karena sistemnya rolling. Ya nanti akan kami kaji ulang soal permasalahan ini," ujarnya.

Sementara terkait dengan biaya pajak Rp 600 Ribu yang dibayarkan ke BP2D kata Nanang merupakan jumlah penghasilan per bulan dipotong 20 persen.

Hal itu sudah sesuai dengan official assasment yang diterapkan oleh petugas pajak kepada pengurus lahan parkir di Ruko Wow Sawojajar.

Tes Kepribadian - Bagaimana Caramu Berkomunikasi? Lakukan Tes Ini Untuk Menjawabnya

Nanang juga menjelaskan kepada kedua belah pihak, bahwa NPWPD itu digunakan untuk membayar pajak, dan bukan kepemilikan usaha.

"Sementara kami akan koordinasikan ini kepada pimpinan dengan membuat berita acara soal permasalahan ini, yang pasti kami inginkan solusi yang terbaik," tandasnya.

2. Pendaftaran diri Pendiri MCW jadi pimpinan KPK 

Pegiat antikorupsi asal Kota Malang, Luthfi J Kurniawan, mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pegiat antikorupsi asal Kota Malang, Luthfi J Kurniawan, mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Benni Indo)

Pegiat antikorupsi asal Kota Malang, Luthfi J Kurniawan, mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pendiri Malang Corruption Watch (MCW) itu  menjelaskan, persyaratan pendaftaran dirinya sebagai Capim KPK telah dikirim melalui e-mail pada Rabu (3/7/2019) pagi.

"Tadi pagi sudah saya kirim lewat email," kata Lutfi.

Diterangkan dia, beberapa dokumen yang dikirim berupa KTP, NPWP, surat lamaran, CV, surat pernyataan kesediaan mengundurkan diri dari pekerjaan lama, bukan lengurus partai politik, 15 tahun di bidang hukum, ekonomi, keuangan perbankan, SKCK, serta surat keterangan sehat.

Lutfi menjelaskan konsepnya terkait pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurutnya, perlu ada perubahan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Berkaitan dengan masa depan bangsa yang selalu dililit oleh praktik korupsi, perlu ada perubahan metode di pemberantasan. Selama ini lebih banyak penindakan dengan pendekatan teknis hukum semacam tertangkap tangan.  Saya pikir ke depan tidak bisa begitu terus," ungkapnya.

Kata Lutfi, perlu ada pendekatan kebudayaan. Menurut Lutfi, perilaku korupsi merupakan habit atau kebiasaan.

Meskipun para koruptor telah divonis oleh pengadilan, dan menjalani masa tahanan, bagi Lutfi hal itu belum menjamin akan menghilangkan perilaku korup. Oleh sebab itu, perlu ada pendekatan kebudayaan untuk mengubah perilaku.

"Tidak ada jaminan tidak melakukan tindak kejahatan kembali selama perilaku tidak diubah. Oleh karena itu konsep pencegahan itu penting," tegasnya.

Bagi Lutfi, pencegahaan dan pendekatan menjadi prioritas. Selain itu, Lutfi membawa konsep harmonisasi lembaga penegak hukum.

Lembaga penegak hukum yang selalu ribut dan berebut tugas dinilainya membuat kinerja pemberantasan korupsi kurang efektif.

"Sehingga ke depan tidak bisa lagi begitu. Ini bicara tentang penegakan hukum. Harus ada kerjasama yang operasional," terang akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Lutfi juga bicara tentang aset recover. Dalam konsep ini, Lutfi mengatakan kasus korupsi pencucian harus ditindak, senyampang itu aset koruptor dikembalikan ke negera.

Jadwal pendaftaran Calon Pimpinan KPK dibuka dari tanggal 17 Mei hingga 4 Juli 2019. Ada Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) 2019-2023 yang dibentuk Presiden Joko Widodo.

Berkas pendaftaran dapat disampaikan langsung ke Sekretariat Pansel Capim KPK, Kementerian Sekretariat Negara, Gedung I lantai 2, Jl Veteran No 18 Jakarta Pusat 10110. 

Berkas juga bisa dikirim melalui pos tercatat ke alamat panitia seleksi atau melalui email ke alamat panselkpk2019@setneg. go.id, hardcopy diserahkan pada saat uji kompetensi. 

3. Jari korban mutilasi diproses jadi mumi 

5 Foto Reka Adegan Sugeng Mutilasi Korban di Pasar Besar Malang, Lakban Kemaluan hingga Gorok Leher
5 Foto Reka Adegan Sugeng Mutilasi Korban di Pasar Besar Malang, Lakban Kemaluan hingga Gorok Leher (SURYAMALANG.COM)

Polisi terus melakukan upaya guna mengungkap siapa yang menjadi korban kasus mutilasi di Pasar Besar Kota Malang.

Kabar terbaru menyebutkan, Polisi akan mengandalkan kulit ari korban untuk proses identifikasi.

Kanit Identifikasi Polres Malang Kota, Iptu Subandi mengatakan, pihaknya kini menunggu sidik jari korban melunak dan mengelupas.

Setelah itu, ia akan ambil kulit arinya dan akan diuji melalui alat identifikasi dengan mencocokkan melalui E-KTP.

"Nunggu empuk dulu, kalau sudah empuk nanti akan saya pindahkan ke jari saya biar sesuai," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM.

Iptu Subandi bilang, cara itu dilakukan karena jari korban sudah mengeras dan sudah berproses menjadi mumi.

Maka dari itu, ia sengaja menyimpan sidik jari korban untuk dikembangkan lagi guna mengungkap siapa korban sebenarnya.

Kini ia mengupayakan proses reproduksi dengan harapan sidik jarinya itu bisa diangkat dengan tinta.

"Kalau sidik jari itu sudah mengeras, bisa dipastikan tidak akan bisa diambil dengan cara duplikat melalui tinta," jelasnya.

Sementara itu, pengembangan melalui foto juga kini sedang dilakukan oleh polisi.

Polres Malang Kota merilis sketsa wajah wanita yang menjadi korban mutilasi di Kota Malang. Potongan tubuh korban mutilasi ditemukan oleh pedagang di Lantai 2 eks Gedung Matahari Departmen Store Pasar Besar.
Polres Malang Kota merilis sketsa wajah wanita yang menjadi korban mutilasi di Kota Malang. Potongan tubuh korban mutilasi ditemukan oleh pedagang di Lantai 2 eks Gedung Matahari Departmen Store Pasar Besar. (repro: aminatus sofya)

Tim Inafis Polres Malang sampai meminta bantuan kepada Tim Pusat Indonesia Fingerprint Identification System (Pusinafis) Bareskrim Mabes Polri untuk dikroscek bersama E-KTP.

Namun, hingga sampai saat ini hasilnya nihil.

"Biasanya kalau pengambilan sidik jarinya kurang bagus, orang tersebut belum daftar E-KTP," terangnya.

Korban sendiri kini telah dimakamkan di Pemakaman Umum Muharto, Kota Malang.

Dikarenakan Polisi sudah selesai melakukan identifikasi penyebab kematian korban dan juga hasil otopsi dari korban.

Di samping itu kata Iptu Subandi, pihaknya sudah tidak memerlukan korban itu untuk proses identifikasi lagi.

"Apabila sewaktu-waktu kami butuh identifikasi lagi, kami sudah punya genetiknya. Karena kami sudah menyimpan sidik jarinya," tandasnya.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved