Malang Raya

Atasi Kemacetan, 30 Titik Jalan Persimpangan di Kota Malang Akan Dilebarkan

Ada 30 titik jalan persimpangan yang akan dilebarkan di Kota Malang. Hal ini dilakukan Pemkot Malang untuk mengatasi masalah kemacetan

Atasi Kemacetan, 30 Titik Jalan Persimpangan di Kota Malang Akan Dilebarkan
Hayu Yudha Prabowo
FOTO ARSIP - Ratusan kendaraan terjebak kemacetan lalu lintas keluar Kota Malang dari arah selatan ke utara di Jalan A Yani, Kota Malang, Sabtu (18/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ada 30 titik jalan persimpangan yang akan dilebarkan di Kota Malang. Hal ini dilakukan Pemkot Malang untuk mengatasi masalah kemacetan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Didik Setianto memaparkan titik-titik persimpangan yang diprioritaskan adalah yang kerap terjadi kemacetan atau kepadatan volum kendaraan.

Persimpangan di kawasan Sulfat, Muharto-Polehan, kawasan Soekarno-Hatta, perempatan tunggulwulung menjadi salah satu kawasan yang akan dilebarkan. Didik mengatakan, tahun ini akan diajukan proses lelang pengadaan studi di 30 simpang Kota Malang.

Lelang ini akan memberikan kajian mendalam tentang simpang-simpang tersebut. Didik menjelaskan akan dipelajari terlebih dahulu lahan atau tanah yang terdampak. Lalu disesuaikan dengan konsep tata ruang dan harga NJOP.

“Pengadaan studi simpang ini adalah tahap pertama yang akan kami lakukan untuk pelebaran simpang-simpang di 30 titik ini. Selanjutnya, eksekusi di tahun berikutnya,” papar Didik.

Ditambahkannya pihaknya menargetkan pelaksanaan dari tahap pertama hingga eksekusi pengerjaan proyek akan diselesaikan pada Tahun 2020. Meski begitu target ini juga bergantung pada hal lain, yakni kondisi keuangan daerah.

Pemerintah Kota Malang telah menganggarkan Rp 10 Miliar untuk membebaskan lahan di tiap persimpangan jalan. Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pembebasan lahan tersebut dilakukan di beberapa kawasan.

“Seluruh daerah yang itu adalah lahan pemerintah dan ada bangunan akan dibebaskan," ujar Sutiaji.

Kata Sutiaji, salah satu penyebab macet adalah jalan yang sempit dan pintu persimpangan yang menghubungkan area perkampungan. Untuk itu, Sutiaji berencana melakukan pelebaran jalan di sejumlah jalan, terutama di mulut-mulut persimpangan.

"Semoga saja terealisasi tahun ini. Anggarannya Rp 10 Miliar untuk membebaskan lahan sudah disiapkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2019," ujarnya.

Selain itu, Pemkot Malang juga akan melakukan pemotongan dan perampingan median jalan di beberapa titik. Di samping untuk membuat jalur arus putar baru, juga untuk memperlebar lajur jalan sehingga tidak terjadi penumpukan. 

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved