Kabar Surabaya
Massa FPI dan Ormas Lain Geruduk Sekretariat PRD di Surabaya, Menuduh Pura-pura Cinta Pancasila
"Mereka pura-pura cinta Pancasila tapi sebenarnya mereka PKI," tuduh Agung, salah satu anggota Front Pembela Islam (FPI) Surabaya.
"Mereka pura-pura cinta Pancasila tapi sebenarnya mereka PKI," tuduh Agung, salah satu anggota Front Pembela Islam (FPI) Surabaya.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Massa dari sejumlah organisasi menggeruduk kantor Sekretariat Partai Republik Demokratik (PRD) Jawa Timur di Jalan Bratang Gede 6A, Surabaya, Senin (22/7/2019) malam.
Mereka menolak adanya peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 PRD yang rencananya dilaksanakan di sekretariat tersebut.
Massa bergerak dari RM Sari Nusantara di Jalan Gubernur Suryo, yang merupakan tempat awal untuk memperingati HUT PRD tersebut.
Saat masa datang, anggota PRD yang sebelumnya ada di dalam sekretariat sudah dievakuasi oleh kepolisian dari sekretariat tersebut.
Beberapa anggota ormas tersebut menemukan beberapa atribut dan banner yang menurut mereka menjadi identitas PRD.
"Mereka pura-pura cinta Pancasila tapi sebenarnya mereka PKI," tuduh Agung, salah satu anggota Front Pembela Islam (FPI) Surabaya.
Mereka pun menyita atribut tersebut, melipatnya dan diberikan ke pihak kepolisian di lokasi.
"Rumah ini dikontrak sudah dua tahun, tapi tidak ada kegiatan yang mencurigakan," ucap salah satu warga sekitar. Sofyan Arif Candra Sakti
• Samirin Menjawab: Azas Partai Rakyat Demokratik (PRD) adalah Pancasila, Bukan Komunis
• FPI Tolak Acara Partai Rakyat Demokratik (PRD), Singgung Wawali Surabaya Jadi Pengisi Diskusi
• FPI Datangi Lokasi HUT Partai Rakyat Demokratik (PRD), Polisi Imbau Rumah Makan Batalkan Acara

RIWAYAT PRD
Berdasarkan rangkuman dari Wikipedia, PRD sebelumnya bernama Persatuan Rakyat Demokratik yang kemudian mengalami perpecahan.
Organisasi ini menyatakan diri sebagai partai pada pada April 1996 dengan diprakarsai oleh sejumlah intelektual muda, termasuk ketua pertamanya, Budiman Sudjatmiko, kini politisi PDI Perjuangan.
Banyak dari anggotanya adalah intelektual dan aktivis muda, khususnya mahasiswa.
Sebelum terjadinya Peristiwa 27 Juli 1996, di mana PRD dikambing-hitamkan sebagai dalangnya, Partai ini mendapat dukungan utama dari salah satu organisasi onderbouwnya, yakni Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID).
Persatuan Rakyat Demokratik adalah organisasi payung dari organisasi-organisasi massa lintas sektoral: