Malang Raya
Omzet Batik Sengguruh Capai Belasan Juta Rupiah/Bulan
Saat ini Griya Batik Seng memiliki omzet sampai belasan juta rupiah per bulan.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
Evi juga mempromosikan batiknya lewat website www.batik-seng.com
Hingga kini pemesan yang rutin membeli produk batik pewarna alam ini adalah berbagai instansi di lingkungan Pemkab Malang. Lingkup penjualan masih pada lingkup nasional.
“Di media sosial juga kami berjualan yakni di instagram. Kami menyerukan Ecoprint alias pewarnaan alam.”
“Batik kami dikenal dengan branding atau merk Batik Sengguruh. Pesananan dari seluruh Indonesia pernah kami layani,” jelas Evi.
Dalam waktu dekat Batik Seng akan berubah menjadi kampung budaya.
Pembina Batik Seng, Prof Wahyudi Siswanto menerangkan, kini pihaknya sedang menyiapkan masyarakat setempat guna mengangkat konsep kampung budaya.
Wahyudi dalam UKM Batik Sengguruh ini juga berperan dalam menciptakan motif batik.
“Di kampung budaya ini nanti keinginan kami akan menjadi pusat konservasi batik, didalamnya ada edukasi mulai dari proses, museum, hingga pusat oleh-oleh dan cinderamata khas dari Sengguruh,” tutur Wahyudi.
Guru Besar Universitas Negeri Malang itu menuturkan, ide melahirkan kampung budaya tersebut sudah direncanakannya sejak lima tahun yang lalu.
Dia berharap batik pewarna alam bisa terus eksis untuk genarasi mendatang.
“Perlu diketahui, Batik Indonesia itu punya ciri dan cara yang khas dalam proses pembuatannya.”
“Kami ingin melestarikan dan berinovasi baik dari segi motif maupun bahannya,” ujar pembina MI Al Ikhlas Sengguruh ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/proses-produksi-batik-alam-di-griya-batik-seng-di-jalan-gondomono-kepanjen-kabupaten-malang.jpg)