Malang Raya

Koleksi Langka Syarif Umar Said: Desain Tugu Malang dan Buku '198 Hari Dalem Koengkoengan Kempeitai'

Syarif Umar Said, kolektor Malang tempo doeloe. Ia juga mengoleksi buku Pouw Kioe An berjudul "198 Hari Dalem Koengkoengan Kempeitai" tahun 1947.

Koleksi Langka Syarif Umar Said: Desain Tugu Malang dan Buku '198 Hari Dalem Koengkoengan Kempeitai'
Sylvianita Widyawati
Syarif Umar Said, kolektor barang-barang terkait Malang tempo doeloe, menunjukkan salah satu koleksi istimewanya, blueprint Tugu Malang, Selasa (13/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sejak kecil, Syarif Umar Said gemar mengumpulkan benda-benda yang kemudian hari ternyata langka dan berharga.

Awalnya apa saja. Namun sejak 2004 fokus pada buku lama, khususnya terkait Malang tempo doeloe.

Di rumahnya, Jalan Pajajaran, Kota Malang, dia mengoleksi buku telepon dalam bahasa Belanda dan Indonesia. Ada juga buku tentang wartawan Malang, koleksi koran di Malang zaman dulu, gambar Tugu Malang atau Alun-Alun Bundar depan Balai Kota dll.

Suryamalang.com juga ditunjukkan selembar kertas berisi rangkaian acara peletakan batu pertama Tugu Malang pada 17 Agustus 1946. Monumen Tugu dibuat untuk memperingati setahun kemerdekaan negara Indonesia.

"Karena saya orang Malang, saya suka dokumentasi tentang Malang," kata Syarif yang pernah jualan buku lama di Pasar Buku Sriwijaya.

Untuk mendapatkan, dulu ia kerap mencarinya. Tapi sekarang sudah ada yang datang kepadanya.

Dari koleksinya, ia terkesan dengan buku tentang wartawan Malang, Pouw Kioe An, berjudul "198 Hari Dalem Koengkoengan Kempeitai" yang terbit pada 1947.

Ada cerita unik tentang buku yang ukurannya kecil mengenai wartawan Tionghwa di Malang tersebut.

"Saya punya satu buku itu. Di salah satu halamannya sobek," kata Syarif. Tidak tahu mengapa ada robekan itu. Namun suatu hari di Malang ia juga mendapatkan koleksi buku itu lagi. Tapi robekannya di halaman lain.

"Akhirnya dua buku itu saling melengkapi karena halaman sobeknya tidak sama," katanya disambung tawa kecil.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved