Breaking News:

Malang Raya

Pesan Makanan Online Tak Datang tapi Saldo Berkurang, Pengalaman Buruk Pelanggan di Kota Malang

#MALANG - "Sebagai pengguna, saya berharap, operator memilih mitra driver yang berintegritas," kata dia.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
pixabay
ilustrasi 

Selain itu juga memberikan penjelasan di aplikasi itu alasannya. Tak diduga, aksinya ternyata berbuah.

"Pada Minggu malam, saldo ibu saya dikembalikan semua yang disedot," ujar karyawan swasta itu.

Dari kejadian itu, ia sekarang kapok memakai saldo untuk pemesanan makanan lewat ojol. Padahal maksudnya biar tidak repot membayar.

"Saya putuskan kalau pakai saldo di aplikasi buat pembayaran di outlet-outlet di mall aja. Malah ada cashback," paparnya.

Dan kalaupun pesan lagi, ia memilih membayar tunai menghindari ada oknum driver nakal yang mengambil saldo di akunnya.

"Sebagai pengguna, saya berharap, operator memilih mitra driver yang berintegritas," kata dia.

Lebih penting lagi adalah keamanan di aplikasi itu ditingkatkan agar konsumen tidak dirugikan oleh driver nakal. "Selama ini kan sudah banyak keluhan dari pengguna," kata dia.

Ini antara lain terbaca di sejumlah postingan FB komunitas di Malang juga banyak yang mengeluhkan adanya itu sehingga jadi korban. Rata-rata keluhannya sama. Tidak mendapatkan makanan yang dipesan tapi saldo berkurang melebihi yang seharusnya dipotong dari pembelian.

Meski kerap diposting, namun selalu ada yang jadi korban. "Kalau saya lebih suka bayar tunai daripada dipotong saldo," ungkap Ayunda, karyawan. Ini karena ada info soal ada driver nakal.

Baru jika perlu memesan kendaraan, ia memakai saldonya. Sejauh ini tidak ada masalah.

Beberapa waktu lalu juga ada pemilik warung di Malang yang sedang ditutup karena renovasi namun menemukan struk-struk seolah-olah ada order dari ojol dalam bentuk cetakan. Padahal warung itu biasanya membuat struk dengan tulisan tangan. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved