Kabar Gresik
Cerita Lengkap Pembunuhan Gadis di Cafe Penjara Gresik, Sempat Diraba-raba, Ini 7 Pengakuan Pelaku
Cerita lengkap pembunuhan gadis di cafe penjara Gresik, sempat diraba-raba, ini 7 pengakuan pelaku.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, GRESIK - Cerita lengkap pembunuhan gadis di Cafe Penjara Gresik mulai terungkap.
Dari data yang berhasil dihimpun SURYAMALANG.COM ternyata pelaku sempat meraba-raba korban sebelum dibunuh.
Korban bernama Nisa (25) dibunuh oleh Sholahudin Alayubi yang masih teman dekatnya sejak kecil.
Dari pengakuan pelaku, aksi pembunuhan itu dilatarbelakangi motif perampasan harta yang berujung pada pembunuhan.
Nisa meregang nyawa di tangah sahabatnya sendiri pada Selasa (10/9/2019) malam di Cafe Penjara di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.
Nisa merupakan gadis warga Dusun Ngering RT 2 RW I Desa Banjarsari.
Polisi telah menangkap Sholahudin Alayubi yang diduga pembunuh Nisa pada Selasa (10/9/2019) malam atau 3 jam setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi.
Berikut 7 Pengakuan pelaku yang telah dirangkum SURYAMALANG.COM:
1. Janjian di Cafe Penjara

• Kisah Nyata Hidup Pemain Gundala, Abimana Aryasatya Ternyata Dulu Pengamen & Tukang Gosok Baju Artis
Pembunuhan ini berawal saat Ayub janjian dengan Nisa untuk bertemu di Cafe Penjara.
Setelah pulang kerja, korban pamitan kepada orang tuanya untuk ke Cafe Penjara dengan mengendarai motor.
Ayub memancing korban untuk datang ke Café Penjara dengan membawa kucing.
Sebab, Ayub tahu bahwa korban suka kucing.
“Kucing ini untuk memancing korban agar masuk ke dalam kafe. Setelah korban masuk, pelaku langsung menutup pintu gerbang.”
2. Pelaku Sempat Meraba-raba Korban

• Penampilan Kinclong Syahrini Pakai Baju Ketat & Rok Pendek, Kemana Perut Buncitnya? Inces Buka Suara
“Setelah itu pelaku memeluk tubuh korban dari belakang,” kata AKBP Wahyu S Bintoro, Kapolres Gresik kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (11/9/2019).
Saat dipeluk, ternyata korban teriak minta tolong. Kemudian Ayub membekap mulut dan mencekik leher korban agar tidak teriak.
Bekapan dan cekikan itu mengakibatkan korban pingsan.
“Karena korban masih bergerak, pelaku membekap dan mencekik korban lagi sampai korban meninggal dunia.”
“Setelah itu pelaku melucuti celana dan perhiasan korban,” imbuhnya.
Pelaku pun melampiaskan nafsunya ke tubuh korban.
3. Menjarah Harga Benda Korban

• Penampilan Kinclong Syahrini Pakai Baju Ketat & Rok Pendek, Kemana Perut Buncitnya? Inces Buka Suara
Setelah itu Ayub keluar dari kafe dengan mengendarai motor sambil membawa tas berisi perhiasan korban.
Sampai di rumah, pelaku mandi dan sempat ngopi di warung kopi (warkop).
Pembunuhan itu terungkap ketika ada warga yang melihatkan pelaku keluar kafe sendirian.
Padahal warga sempat melihat ada dua orang yang masuk kafe.
“Dari kecurigaan itu, warga melapor ke Polsek. Setelah itu kami ke lokasi sambil memanggil pengelola kafe,” imbuhnya.
4. Barang Bukti yang Ditemukan Polisi
Saat menggeledah motor milik Ayub, polisi menemukan perhiasan, ponsel, dan barang milik korban.
“Kami tangkap pelaku di rumahnya tidak sampai tiga jam setelah kejadian,” imbuhnya.
Dalam kasus pembunuhan ini polisi menyita kandang kucing, cangkul, perhiasan, dan motor milik korban.
“Kami masih dalami motif pembunuhannya,” kata Wahyu.
5. Rencana Mengubur Korban Gagal
Rencananya pelaku akan mengubur korban di area kafe menggunakan cangkul tersebut.
“Korban digeletakan di pos penjagaan samping pintu gerbang dalam karung sak sambil dibubuhi serbuk kopi.”
“Kemudian akan dikubur di area kafe itu, tapi terburu tertangkap,” imbuhnya.
6. Pelaku Terjerat Hutang
Sementara itu, Ayub mengaku merampas perhiasan Nisa karena terbelit utang sekitar Rp 5 juta.
“Saya hanya mengincar perhiasan dan HP-nya. Ternyata dia memberontak.”
“Saya langsung membekapnya. Saya tidak ada niatan untuk membunuhnya,” kata Ayub.
7. Teman Baik Sejak Kecil
Ayub mengaku sudah mengenal korban sejak kecil. Korban juga pernah jualan di dalam kafe.
Bahkan almarhum bapak korban juga pernah bisnis bersama ayah Ayub.
“Saya sudah kenal sejak kecil dengan Nisa. Tapi karena dia memberontak saat saya minta perhiasannya, akhirnya saya bekap.”
“Ternyata dia sampai meninggal dunia,” imbuhnya.
Pengakuan Ibu Koran
Sementara itu terungkapnya sosok terduga pembunuh Nisa pertama kali diungkap oleh ibu korban saat diwawancarai SURYAMALANG.COM.
Ibunda Nisa menjelaskan bahwa putrinya janjian dengan temanya sendiri yang juga pengelola kafe itu.
"Ayub panggilannya, Temannya itu pengelola kafe, Pelaku juga teman bermain sejak kecil," kata Ibunda Nisa saat ditemui di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019).
"Ya anaknya tidak curiga apa-apa. Kabarnya itu, dia akan mengembalikan uang hutang. Kemudian janjian di kafe. Sehingga tidak curiga, ternyata dibunuh."
• Rumah Anang di Cinere Positif Dijual Setelah Cek-cok Sama Ashanty, Istri Ngotot Mau Pindah ke Sini
Cafe penjara di Jl Raya Cerme, Desa Banjarsari Kecamatan Cerme, sudah tutup sejak beberapa bulan.
Kafe tersebut di lahan yang luas sekitar 20X50 meter.
Di pintu gerbang bertuliskan Cafe Penjara. Dan di tembok pagar diberi gambar-gambar agar menarik masyarakat pengunjung kafe.
Di lahan tersebut ada bangunan seluas 6 X 8 meter, menghadap ke Utara. Bangunan tersebut yang digunakan untuk kafe yang dikelola dan dijaga oleh Ayub.
Saat SURYAMALANG.COM mendatangi lokasi Cafe Penjara, terlihat garis polisi telah dipasang di depan kafe.
Sementara, masyarakat sekitar mengaku tidak tahu atas kejadian itu.
"Saya tidak tahu, saat kejadian saya sedang menonton TV pertandingan sepak bola antara Indonesia vs Thailand," kata warga depan Kafe Penjara yang membuka usaha tambal ban.
Kafe tersebut diberi nama Cafe Penjara karena lokasinya dekat dengan rumah tahanan kelas II B Gresikd di Jl Raya Cerme Desa Banjarsari Kecamatan Cerme.
• 6 Potret Cantik Pengantin David Beckham, Model Asal China Angelababy, Intip Biodata Singkatnya
Seperti diberitakan sebelumnya, Nisa terakhir kali meninggalkan rumah pamit untuk menemui rekan usahanya di Cafe Penjara, Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 18.30 WIB.
“Dia masih memakai seragam kerja. Dia keluar rumah untuk menemui teman usahanya,” kata ibu korban yang tidak mau menyebutkan namanya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (11/9/2019).

Tapi hingga malam hari tak ada kabar dari korban.
Pihak keluarga juga tak bisa menghubunginya.
“Ternyata sampai malam hari, WhatsApp (WA)-nya hanya centang,” tambah sang Ibu.
Kemudian ibu korban minta adik korban untuk mencari korban. Namun juga tidak menemukan korban.
Lepas tengah malam, datang kabar mengejutkan dari perangkat desa setempat.
“Saya dijemput pak lurah untuk diajak ke rumah sakit pada tengah malam. Infonya, anak saya kecelakaan,” imbuhnya.
• Fakta-fakta 3 Pemuda Berbuat Dosa di Masjid Surabaya, Digerebek Warga, Dalangnya Orang Semampir
Ibu korban langsung menangis setelah melihat jenazah anaknya di ruang jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik.
“Pelakunya kok tega sekali. Padahal dia adalah teman, dan saya anggap seperti keluarga sendiri.”
“Orang tuanya juga baik dan pernah usaha bersama dengan almarhum ayahnya,” imbuhnya.
Dari pernyataan inilah diketahui jika keluarga korban telah mengenal pelaku yang merupakan partner bisnis korban dalam membuka usaha bersama, Kafe Penjara.
• Update 5 Temuan Kecelakaan Innova vs Bus Mira di Nganjuk, Buronan & Pakai Pil Koplo Sebelum Tabrakan
• Reaksi Penolakan Sekolah Jika Andreas Tampubolon Diasuh Wali Kota Malang, Singgung Orang Tua Kandung