Kabar Gresik

Usai Bunuh Sahabatnya Sejak Kecil, Ayyubi Merancap dan Buang Cairannya ke Tubuh Korban

#GRESIK - Shalahuddin Al Ayyubi (24), warga Desa Banjarsari Kecamatan Cerme, tega membunuh sahabatnya sejak kecil, Hadryil Choirun Nisa'a (25).

Penulis: Sugiyono | Editor: yuli
ist
TRAGEDI DI GRESIK - Hadryil Choirun Nisa'a, gadis 25 tahun yang dibunuh oleh Shalahuddin Al Ayyubi. 

Saksi Budi Santoso (36), warga Desa Cagak Agung Kecamatan Cerme mencurigai gerak-gerik pelaku. Kemudian, lapor ke Polsek Cerme. Dari laporan tersebut, Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto, mendatangi tempat kejadian perkara.

Untuk masuk dalam cafe, jajaran Polsek mendatangi rumah pengelola Cafe Penjara dan memeriksa motor pelaku. Ternyata, ditemukan barang-barang milik korban. "Kemudian pelaku dibawa ke Mapolsek Cerme untuk dimintai keterangan," kata Kapolres Gresik Wahyu, Rabu (11/9/2019).

Akibat, perbuatannya, tersangka Ayub dikenakan Pasal 365 KUHP, 338 KUHP juncto Pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup.

Sementara, tersangka Ayub mengkau berniat mengundang Nisa'a untuk menguasai perhiasan dan ponselnya. Rencananya untuk membayar utang Rp 5 juta lebih. "Uangnya untuk membayar utang. Totalnya Rp 5 juta lebih," kata Ayub.

Ayub juga mengatakan tidak ada niat untuk membunuhnya. Namun, karena memberontak saat diminta perhiasan dan ponsel korban, dia mengaku terpaksa membekap mulutnya dan mencekik.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Tulang Punggung Keluarga
Ibunda Hadryil Choirun Nisa'a (25) merasa sangat kehilangan atas kepergian putrinya untuk selamanya. Sebab, gadis 25 tabun ini sebagai tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal dunia.

Ibunda Nisa'a di kamar jenazah hanya bisa termenung berada di samping jenazah putrinya. Ia tidak punya firasat apa-apa bahwa putrinya akan meninggalkan untuk selamanya.

"Nisa'a ini tulang punggung keluarga. Ayahnya sudah tidak ada. Anaknya saat kuliah sambil kerja. Juga membiayai sekolah adiknya yang sekarang baru lulus SMA," kata ibunda Nisa.

"Almarhum ayah Nisa'a juga pernah usaha bersama dengan bapaknya (Ayub). Kemudian, kemarin Nisa'a juga usaha bareng di kafe itu dengan berjualan makanan. Jadi, tidak ada curiga sampa sekali," imbuhnya.

Bahkan, Ibunda Nisa'a juga heran dengan perbuatan Ayub yang sudah niat menjebak anaknya. Sebab, korban dibawakan kucing di kafe untuk memancing putrinya masuk kafe. "Kok tega sekali. Padahal orangtuanya juga pernah usaha bersama almarhum Bapak Nisa'a," katanya.

Sementara, teman-teman kerja korban saat di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina mengenang korban sebagai pekerja yang rajin dan ulet selama 7 tahun terakhir. 

"Orangnya grapyak dan baik. Kemarin sore jam 16.00 WIB pulang kerja, kemudian mengantarkan temannya pulang  sehingga kami masih tidak percaya atas musibah ini," kata teman kerja yang enggan menyebutkan namanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved