Malang Raya

Mahasiswa Muslim Malang Demo Tolak RUU PKS, Sebut Mengabaikan Agama dan Moralitas Bangsa

#MALANG - Mereka tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Forum Silaturahmi Lembada Dakwah Kampus (FLDK).

Mahasiswa Muslim Malang Demo Tolak RUU PKS, Sebut Mengabaikan Agama dan Moralitas Bangsa
edgar
Puluhan mahasiswa di Kota Malang menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang untuk menolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) pada Selasa (17/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Puluhan mahasiswa di Kota Malang menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang untuk menolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) pada Selasa (17/9/2019).

Mereka tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Forum Silaturahmi Lembada Dakwah Kampus (FLDK).

Dalam aksinya mereka menyuarakan pengesahan RUU PKS karena mengabaikan nilai-nilai Pancasila, agama dan moralitas bangsa Indonesia.

Para mahasiswa tersebut melakukan orasi dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.

Mereka juga melakukan aksi treatikal sambil membawa puluhan poster dengan berbagai macam tulisan.

Seperti 'Filosofi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) bebaskan tubuh perempuan dari norma moral dan agama' hingga 'Indonesia darurat kerusakan moral'.

"Jadi kami menolak UU Penghapusan Kekerasan Seksual karena masih banyak di RUU PKS itu kebudayaan asing yang tidak pro terhadap kebudayaan daerah," ucap Muhammad Hasmal Mahfud, Koordinator aksi.

Dalam orasinya tersebut, Hasmal menyampaikan, bahwa RUU PKS telah disusupi oleh ideologi-ideologi yang dapat merusak moral bangsa Indonesia.

Seperti feminisme internasional yang di dalam pasalnya tidak memunculkan ketuhanan yang maha esa.

Kemudian terkait dengan kemanusiaan yang adil dan beradab, ia sebutkan bahwa hanya kemanusiaan saja yang di ambil, sedangkan beradabnya tidak.

Hal ini yang dikhawatirkan oleh para pendemo akan memperburuk generasi bangsa Indonesia.

"Banyak implikasi-implikasi yang akan menjadikan free sex dan akan membuat generasi ke depan kehilangan identitas. Sedangkan norma norma di kehidupan sosial tidak seperti itu. Itu yang kami khawatirkan," ujarnya.

Selanjutnya, para perwakilan dari mahasiswa tersebut dipersikahkan untuk menemui anggota DPRD Kota Malang untuk membahas terkait dengan RUU PKS.

Dari hasil pertemuan tersebut menyebutkan, bahwa aspirasi dari para pendemo akan ditampung untuk disampaikan ke DPR pusat melalui fraksi partai.

"Dari hasil pertemuan tadi kami sudah melakukan penandatanganan surat pernyataan politik, agar aspirasi dari kami nanti bisa disampaikan ke pusat," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved