Kabar Blitar

Pengakuan Pembacok Ibu Kandung di Blitar, Singgung Soal Ninja dan Ilmu Santet

Heri Susanto (35) sering bicara ngelantur saat diperiksa polisi terkait kasus pembacokan terhadap ibu kandungnya, Sai'in (55) di Blitar.

Pengakuan Pembacok Ibu Kandung di Blitar, Singgung Soal Ninja dan Ilmu Santet
Samsul Hadi
ANAK DURHAKA - Heri (30), warga Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, tega membacok ibu kandungnya, Sai'in (50), Sabtu (14/9/2019). Sai'in mengalami sejumlah luka bacok dan dibawa ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. Sedangkan Heri dirawat di Puskesmas Ponggok usai dibedil kakinya oleh polisi. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Heri Susanto (35) sering bicara ngelantur saat diperiksa polisi terkait kasus pembacokan terhadap ibu kandungnya, Sai'in (55) di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Saat ditanya polisi, Heri kerap menyebut ibunya sebagai ninja.

“Dia (Sai'in) ngaku ninja. Dia punya ilmu bisa mengendalikan orang.”

“Siapa saja bisa dikendalikan untuk bunuh diri atau membunuh orang lain,” kata Heri kepada penyidik Polsek Ponggok, Senin (16/9/2019).

Heri mengaku perbuatan sadisnya itu juga terpengaruh ibunya.

Menurutnya, ibunya juga bisa menyantet orang. Orang yang tidak dikenal pun bisa disantet oleh ibunya.

“Orang nggak kenal, cuma datang saja bisa disantet,” ujarnya.

Kapolsek Ponggok, Iptu Sony Suhartanto mengatakan tersangka memang sering berbicara ngelantur saat diperiksa polisi.

Makanya, sampai sekarang polisi kesulitan memeriksa tersangka.

“Sejak ditangkap sampai sekarang, kami masih belum bisa memeriksa tersangka.”

Halaman
123
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved