Nasional

Jika Tak Mau Mengemis, Bocah 9 Tahun Ini Akan Diborgol, Dirantai, dan Dipukuli Oleh Orang Tuanya

Setiap hari bocah berinisial MS (9) dipaksa mengemis oleh ibu kandungnya berinisial UG (34), dan ayah tirinya berinisial MI (39).

Editor: Zainuddin
Surya Malang/ Tribun
Ilustrasi. 

“Pastinya kami akan terus mengawasi anak tersebut,” ujar Ridwan.

Ridwan menyebutkan MS masih tercatat sebagai siswa SD di Banda Sakti, namun tidak pernah masuk sekolah.

Kini Dinsos akan membantu MS untuk bisa kembali bersekolah.

“kami juga akan fasilitasi agar anak tersebut bisa kembali sekolah,” ujar Ridwan.

Sebelumnya, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Serda Maulana mengungkapkan MI dan UG mengakui alasan membeli sabu-sabu itu.

“MS dipaksa untuk mengemis, dan uangnya dipakai orang tuanya untuk mengisap sabu-sabu. MI dan UG mengakui cerita ini,” ujar Maulana, Jumat (20/9/2019).

Maulana menyebut selama ini MI tidak bekerja dan mata mengandalkan hasil mengemis putra tirinya itu.

Jika MS tidak membawa uang seperti jumlah yang ditentukan, maka MI akan mengikat anak tirinya dengan rantai dan memukul kepalanya.

Saat mengemis, MS bisa membawa uang Rp 200.000 sampai Rp 300.000.

Jika tidak membawa uang banyak seperti keinginan orang tuanya, MS memilih tidur di depan toko karena takut disiksa orangtuanya.

“Jika tak ada uang, MS ini kerap tidak pulang ke rumah. Dia tidur di depan toko orang. Karena takut akan dipukuli oleh orangtuanya,” terang Maulana.

Maulana menyebut kondisi MS diketahui oleh warga sekitar yang melapor.

Maulana juga sempat mendatangi dan menyelidiki rumah pelaku di Desa Tumpok Teungoh Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh.

Saat Maulana berkunjung, tangan MS dalam kondisi dirantai.

“Saat kami datang, orang tuanya tidak bisa mengelak. Saat saya ajak warga dan aparat desa.”

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved