Malang Raya
Pemkab Malang Butuh Rp 137,76 Juta per Bulan untuk Bayar Premi BPJS bagi 4.100 Perangkat Desa
Pemkab Malang akan bayar premi BPJS Ketenagakerjaan untuk 4.100 kepala dan dan perangkatnya. Jika ikut dua program, butuh Rp 137.760.000 per bulan.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: yuli
Pemkab Malang akan bayar premi BPJS Ketenagakerjaan untuk 4.100 kepala dan dan perangkatnya. Jika ikut dua program, butuh Rp 137.760.000 per bulan.
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Seluruh kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Malang rencananya dilindungi jaminan kesehatannya oleh BPJS Ketenegakerjaan.
"BPJS kesehatan kami ajukan tahun depan (2020) untuk segera tercover. Anggaran dari APBD kami ajukan ke DPRD Kabupaten. Dinas terkait saya suruh menghitung," ujar Bupati Malang, Muhammad Sanusi ketika ditemui di Pendopo Kepanjen, Senin (23/9/2019).
Sanusi menambahkan, pemberian jaminan kesehatan bagi kepala desa dan perangkatnya harus terlaksana.
"Karena kepala desa turut berkontribus pembangunan di Kabupaten Malang jadi harus dilindungi kesehatannya," kata politisi PKB.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malang, Suwadji menerangkan, wacana pemberian BPJS Ketenagakerjaan bagi kepala desa dan perangkatnya adalah yang pertama kali jika akhirnya terealisasi.
"Soal peng-coveran BPJS ini baru pertama kali dilaksanakan," ujar Suwadji.
Selanjutnya, Suwadji menuturkan pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Pembahasan itu menyangkut keputusan berapa program yang diikutkan dalam BPJS Ketenagakerjaan.
"Kebutuhan anggaran akan kami bahas. Kami belum sepakat ikut berapa program. Di situ kan ada empat program. Ada jaminan hari tua, kecelakaan kerja, kematian dll. Kemungkinan kami hanya ikut dua program," jelas Suwadji.
Suwadji menjelaskan jumlah keseluruhan kepala desa beserta perangkatnya di Kabupaten Malang berjumlah 4100 orang.
Jika dikalkulasi, apabila jadi diikutkan 2 program, anggaran yang dibutuhkan senilai Rp 137.760.000 per bulan.
"Satu program kan preminya seharga Rp 16.800. Kalau jadi ikut dua program ya jadi Rp 33.600. Ya anggaran tinggal dikalikan aja semuanya dengan 4100 orang," tutur Suwadji.