Senin, 13 April 2026

Malang Raya

Diprediksi Musim Kemarau di Malang Berakhir pada November 2019

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas III Karangkates memprediksi hujan akan turun di Malang Raya pada November 2019.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Air surut di Waduk Kecopokan di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas III Karangkates memprediksi hujan akan turun di Malang Raya pada November 2019.

Saat ini cuaca di Kepanjen, Kabupaten Malang dan sekitarnya masih cerah.

Suhu pada siang hari bisa mencapai 30 derajat celcius. Meski pada sore hari tampak gumpalan awan mendung membuat suhu perlahan menurun.

“Perkiraan hujan akan turun di wilayah Malang Raya pada November 2019,” ujar Musripan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas III Karangkates kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (25/9/2019).

Musripan menambahkan hujan sesekali bisa saja turun pada Oktober 2019. Menurutnya, itu adalah awal peralihan musim.

“Kami imbau masyarakat tetap menghemat penggunaan air,” jelas Musripan.

Sementara itu, kondisii Waduk Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung berubah drastis saat kemarau.

Volume air waduk menyusut imbas hujan yang tak kunjung turun hingga kini. Tanah waduk tampak retak disertai bau anyir lumpur.

“Di area pinggiran waduk banyak air kalau musim penghujan. Ikan mudah didapat tanpa harus kami pergi ketengah waduk. Semoga musim hujan cepat datang,” ujar Karwo, nelayan setempat.

Di sisi lain, musim kemarau menjadi berkah bagi petani bengkuang.

Petani bengkuang di Desa Jatiguwi, Katirin (52) bersuka cita ketika sedang memasuki musim kemarau.

Bengkuang yang dia tanam dapat dipanen dengan hasil yang baik. Hasilnya pun memuaskan.

70 meter persegi lahan yang ia tanam bengkuang dapat menghasilkan 2 ton bengkuang sekali panen.

Kondisi seperti itu tak ditemuinya saat musim penghujan.

Belum lagi risiko gagal panen juga harus dihadapi Katirin. Hama ulat menjadi momok bagi tanaman yang Katirin tanam.

Dalam setahun, panen bengkuang bisa dua kali panen.

“Kalau kemarau, hasilnya bagus. tidak ada yang membusuk. Kalau penghujan resikonya banyak yang bosok.”

“Tanam bengkuang ini lumayan rewel. Airnya harus pas,” bebernya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved