Berita Malang
BERITA MALANG POPULER, Tuntutan Jurnalis Malang ke DPRD, Salat Gaib untuk Mendiang Mahasiswa Kendari
BERITA MALANG POPULER, Tuntutan Jurnalis Malang ke DPRD, Salat Gaib untuk Mendiang Mahasiswa Kendari
Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
6. Menuntut kepolisian menghentikan penangkapan-penangkapan aktivis yang
melakukan kritik dan menyuarakan kepentingan publik.
7. Mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis saat
sedang meliput. Jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU Pers.
8. Mengimbau perusahaan media untuk memberikan alat pelindung diri kepada
jurnalis mereka yang meliput aksi massa yang berpotensi terjadi kericuhan.
9. Mendesak Dewan Pers membentuk Satgas Anti Kekerasan guna menuntaskan kasus kekerasan yang terjadi sepanjang aksi penolakan RKUHP dan Revisi UU KPK di
berbagai daerah. (Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)
2. Jurnalis se-Malang Raya Desar Polisi Usut Tuntas Aksi Kekerasan Jurnalis di Berbagai Daerah

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Jurnalis se-Malang Raya demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Malang pada Jumat (27/9/2019).
Mereka dari beragam organisasi, mulai AJI, IJTI, PWI dan PFI. Semuanya mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap jurnalis di sejumlah daerah ketika sedang meliput aksi demonstrasi.
"Rupanya, sikap represif polisi tak berhenti pada demonstran saja, tapi juga menyasar jurnalis yang sedang bekerja," ucap Mohammad Zainuddin, selaku koordinator aksi.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima oleh rekan-rekan jurnalis, ada tiga daerah yang telah mengalami kekerasan terhadap jurnalis.
Di antaranya, di Jakarta, Makassar, dan Jayapura.
Tercatat ada 10 orang jurnalis dari 10 media berbeda yang telah menjadi korban.
Bentuk kekerasan yang diterima juga bermacam-macam.
Mulai dari intimidasi, perampasan alat kerja hingga kekerasan fisik.
"Aparat tak hanya menghalang-halangi kerja-kerja jurnalistik, tapi juga merampas bahkan melakukan kekerasan," ucap pria yang juga menjadi editor di SURYAMALANG.COM itu.
Tak hanya membawa berbagai macam poster, para jurnalis juga melakukan aksi bungkam dengan melakban mulut mereka.