Malang Raya

DPRD Kota Malang Susun Aturan untuk Toko Minuman Keras agar Pasang Tanda 21+

#MALANG - Setiap toko yang menjual minuman keras akan diberi tanda 21+ dan akan diberi jarak penjualannya dari tempat peribadatan dan sekolah.

edgar
Harvard Kurniawan Ramadhan, anggota DPRD Kota Malang dari PDI Perjuangan. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Setiap toko yang menjual minuman keras (miras) akan diberi tanda 21+ dan akan diatur jarak penjualannya dari tempat peribadatan dan sekolah.

Aturan tersebut akan dicantumkan dalam Peraturan Daerah Minuman Beralkohol (Perda Minol) yang sedang digodok oleh DPRD Kota Malang.

Harvad Kurniawan Ramadhan, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Malang, Senin (28/10/2019), mengatakan, cara itu sebagai salah satu upaya mengendalikan peredaran minuman beralkohol.

Katanya, di Bali telah memberlakukan plank bertulisan 21+ di setiap toko yang menjual minuman beralkohol.

"Biar orang yang tidak minum minuman beralkohol itu tahu kalau di situ jual minuman. Kalau seandainya mereka ngajak anak istri, biar tahu juga. Kalau tidak dikasih tanda, kan jadi nggak enak," ujar anggota Komisi A DPRD itu.

Selain itu, Harvard juga meminta kepada setiap toko atau cafe penjual Minol untuk mengecek KTP setiap tamu yang datang.

Dengan itu, akan menekan juga jumlah pelajar yang minum-minuman beralkohol.

"Jangan sampai tempat pendidikan sebelahan dengan tempat hiburan malam. Tempat ibadah dan rumah sakit salah satunya, jadi akan ada jarak khusus nanti yang bisa diatur," kata politisi PDI Perjuangan yang juga anak mantan Ketua DPRD Kota Malang, Abdul Hakim.

Untuk di Kota Malang, masih banyak tempat menjual Minol yang lokasinya tidak jauh dari sekolah ataupun tempat ibadah.

Dalam penerapannya itu, dewan meminta kepada eksekutif dalam masalah penegakan Perda Minol nanti.

Rencananya, pada Selasa (29/10/2019) dewan akan melakukan pertemuan dengan tokoh agama, sejumlah ormas dan para pelaku usaha.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mencari jalan tengah dalam merealisasikan Ranperda Minol.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan kajian ke berbagai daerah berkaitan dengan Perda Minol tersebut.

Di antaranya ialah ke Kota Tuban, Jember, Surabaya hingga Bandung.

"Memang kajian ke kota lain telah kami lakukan. Sekarang tinggal menunggu pertemuan besok untuk mencari jalan tengahnya. Agar kearifan lokal tercapai dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga bisa dimaksimalkan," tandasnya.

Hari-hari Terakhir Bujang 36 Tahun sebelum Tewas Akibat Pesta Miras Bersama 12 Orang di Kuburan

4 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Kuburan, Polisi Malang Kota Periksa 3 Penjual Miras

 

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved