Kabar Blitar

Ayam Tiren Ingkung dari Blitar Dijual di Pasar Kepanjen dan Gadang Malang, Sejak 6 Bulan Lalu

Pelakumemasarkan ayam tiren yang sudah diolah dalam bentuk ingkung di pasar tradisional mulai dari Kesamben (Blitar) sampai ke Kepanjen dan Gadang

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela menanyai kedua pelaku penjual ayam tiren, Jumat (10/1/2020). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Satreskrim Polres Blitar Kota membekuk dua penjual ayam tiren atau ayam mati olahan berupa ayam ingkung yang pemasarannya sampai masuk ke wilayah Malang, Kamis (9/1/2020).

Penjualan ayam Tiren Ingkung ini ternyata sering dilakukan di pasar Kepanjen dan pasar Gadang Malang

Dua pelaku yang mengolah dan menjual ayam Tiren itu yakni Imam Waluyo (44) dan Antok Wusono (43), keduanya warga Jl Jati, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Di Bawah Kendali Shin Tae-yong, Inilah Susunan Pelatih Timnas Indonesia U-16, U-20, U-22, dan Senior

Catat! Ada Perubahan Jadwal Latihan Perdana dan Lokasi Latihan Arema FC

Bergaya Geber Motor Saat Pelantikan, Kades Langsung Diamankan Polisi, Videonya Viral

"Keduanya kami tangkap kemarin sore di rumahnya masing-masing. Kami menyita sekitar 30 ekor ayam tiren dari keduanya," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, saat merilis kasus itu, Jumat (10/1/2020).

Leonard mengatakan penangkapan kedua pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat.  Lalu, polisi menyelidiki informasi dari masyarakat itu.

"Dari hasil penyelidikan benar, pelaku menjual belikan produk makanan berupa ayam tiren," ujarnya.

Dikatakannya, ayam tiren ini merupakan ayam yang sudah mati sebelum disembelih atau bisa dibilang sudah menjadi bangkai.

Kedua pelaku mengolah ayam tiren itu untuk dijual kembali ke masyarakat dengan tujuan mencari keuntungan lebih.

"Mereka mengolah ayam menggunakan bumbu seperti kunyit, ketumbar, daun jeruk, dan daun serai untuk menghilangkan bau busuk dan membuat tampilan daging ayam menjadi segar," katanya.

Dijual Lesehan di Kepanjen dan Gadang 

Kedua pelaku mengaku baru enam bulan menjalankan bisnis itu.

Mereka memiliki tugas masing-masing dalam menjalankan bisnis tersebut.

Imam bertugas mencari ayam tiren dari pengepul.

Dalam sehari, Imam bisa mendapatkan sebanyak 15 ekor ayam tiren dari pengepul. Satu ekor ayam tiren dari pengepul dibeli dengan harga Rp 6.000.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved