Malang Raya

Lebih Dari 21 Ribu Pelanggan Terdampak, PDAM Kota Malang Minta Masyarakat Menandon Air

Air PDAM di sejumlah wilayah di Kota Malang sudah tidak bisa mengalir ke rumah pelanggan sejak 11 Januari 2019 lalu.

Lebih Dari 21 Ribu Pelanggan Terdampak, PDAM Kota Malang Minta Masyarakat Menandon Air
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Ketika aliran air bersih PDAM kota Malang mati. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - PDAM Kota Malang meminta kepada masyarakat warga Kota Malang agar mulai menandon air.

Hal itu dilakukan usai matinya air PDAM di sejumlah wilayah di Kota Malang sejak 11 Januari 2019 lalu.

"Sebelumnya kami memohon maaf karena ada gangguan pelayanan. Untuk itu, selama proses perbaikan ini kami minta masyarakat untuk mulai menandon air," ucap Direktur Utama PDAM Kota Malang, Nor Muhlas saat konferensi pers Senin (13/1/2020).

Aliran Air Mati di Sejumlah Wilayah di Kota Malang, PDAM Beber Penyebab Utamanya, Soal Pipa

PDAM Kota Malang Minta Bantuan ke Kementrian PUPR Soal Kebocoran Pipa

Pipa PDAM Kota Malang Rusak & Aliran Terhenti, Warga yang Terdampak Pilih Mengungsi

Muhlas menyampaikan, bahwa sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak air mati kini sudah mulai teraliri oleh air.

Akan tetapi, alirannya tidak terlalu deras karena masih dalam tahapan perbaikan pipa.

"Ya jadi kami melakukan rekayasa jaringan dengan mengambilkan ke sumber Wendit 1 dan Wendit 2 agar wilayah yang terganggu layanan bisa teraliri juga meskipun tidak deras," ujarnya.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan oleh PDAM Kota Malang kepada warga yang terdampak ialah dengan memberikan air gratis melalui mobil tangki.

Masyarakat bisa langsung menghubungi nomor 0816550800 dengan format No. SL pelanggan, nama koordinator dan nomor telepon.

PDAM Kota Malang telah menyiapkan 10 kendaraan, baik mobil dan truk untuk mengangkut air bersih tersebut.

Ada 3 unit tangki PDAM Kota Malang, 3 unit dari Dinas PUPR Perkim Kota Malang, 2 unit dari Perum Among Tirta Kota Batu dan 2 unit Perum Tirta Kanjuruhan.

"Dari data kami total ada 21.379 sambungan ke rumah warga yang terdampak. Untuk itu kami mohon maaf, dan kami di sini akan bertanggungjawab agar pelayanan bisa kembali normal," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved