Kabar Kediri
Salon di Kediri Digerebek Polisi, Ada 3 Paket Pijat Plus-plus Bertarif Murah, Dikelola Cewek Hamil
Salon di Kediri Digerebek Polisi, Ada 3 Paket Servis Pijat Plus-plus dengan Tarif Murah, Dikelola Cewek Hamil
Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
"Pengirim pesan itu orang yang berbeda dengan pelaku pasutri ini. Saat ini masih kami kembangkan pelaku lain," kata Ruth.
Korban yang saat itu berada di luar kota kemudian datang ke rumah pelaku seorang pasutri di Jalan Lebak Jaya Surabaya.
Di sana, korban justru dipekerjakan sebagai terapis pijat plus-plus layanan seksual.
Sepasang suami istri YS (34) dan FT (35) dibekuk Unit PPA Polrestabes Surabaya terkait kasus perdagangan perempuan dengan menawarkan pijat plus-plus melalui forum jual beli online.
Tersangka menawarkan dua korbannya, satu di antaranya di bawah umur untuk layanan seksual seharga Rp 700 ribu per pelanggan.
Bahkan pasutri yang memiliki satu anak balita ini juga memfasilitasi rumah yang dihuninya dengan beberapa kamar untuk tempat pijat plus-plus tersebut.
Diberitakan sebelumnya, PPA Polrestabes Surabaya membongkar layanan prostitusi yang dilakukan sepasang suami istri di sebuah rumah di kawasan Lebak Jaya, Tambaksari Surabaya.
Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan dua tersangka berinisial YS (34) dan FT (35) ini melancarkan bisnisnya di rumah yang mereka tempati.
Penangkapan keduanya dilakukan polisi saat menggerebek rumah tersangka, beberapa hari lalu, sabtu (14/9/2018).
Petugas juga menggeledah sejumlah barang yang ada di kamar maupun lemari rumah pelaku.
"Rumah itu disinyalir ada kegiatan prostitusi, di lokasi ada dua perempuan yang diperkerjakan sebagai pemijat plus-plus," kata AKP Ruth Yeni di Polrestabes Surabaya, senin (17/9/2018).
Dikatakan Ruth Yeni, saat penggerebekan tersebut tersangka sempat mencoba memberontak kepada petugas.
Sebuah lemari diperiksa dan ditemukan beberapa sachet kondom, buku tamu dan lotion.
Melihat polisi menggeledah lemari, tersangka sempat mengelak dan melarang namun bukti tersebut terbongkar.
"Mau direbut sama dia, menutupi alibinya tapi kami menemukan kondom itu di lemari kamar-kamar itu," kata Ruth Yeni.