Breaking News

Kabar Gresik

Keberanian Gadis Gresik Tulis Surat ke Presiden AS Donald Trump, Tolak Kotanya Jadi Buangan Sampah

Keberanian Gadis Gresik tulis surat ke Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Australia, tolak kotanya jadi buangan sampah negara maju.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/kolase Kompas.com/Istimewa ABC
Keberanian Gadis Gresik Tulis Surat ke Presiden AS Donald Trump, Tolak Kotanya Jadi Buangan Sampah 

Perang Dagang

Pakar lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Dwi Saung, mengatakan meningkatnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat turut memberi sumbangan terhadap meningkatnya impor sampah plastik di Indonesia.

Perang dagang membuat China menghentikan impor sampah plastik dari sejumlah negara Eropa dan Amerika. Alhasil, ini membuat ekspor sampah plastik beralih ke negara-negara yang dianggap lemah, termasuk Indonesia.

"Kebetulan di Indonesia sendiri ada industri yang menampungnya. Akhirnya, jadilah Indonesia sebagai negara tujuan ekspor sampah plastik," ujar Dwi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (19/9/2019).

Dwi mengatakan, sampah plastik hasil impor tersebut sebagin besar dimanfaatkan untuk bahan baku industri, salah satunya industri pembuatan kertas.

"Mereka dibayar dua kali. Kalau ambil bahan baku dari lokal mereka harus membeli kalau dari luar justru mereka dibayar dari sumbernya," ujar Dwi.

Melansir pemberitaan VOA Indonesia awal tahun 2019, Direktur Eksekutif Ecoton (Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah), Prigi Arisandi telah melakukan pengamatan di lokasi desa tempat pembuangan sampah palstik di Mojokero, Sidoarjo dan Gresik.

Dari hasil pengamatan tersebut, Prigi menyakini lebih dari 300 kontainer yang sebagian besar mengangkut sampah plastik ke Jawa Timur setiap harinya.

Mencemari Lingkungan Kompas.com, Rabu (18/9/2019), juga melaporkan, Bea Cukai juga telah mengamankan 467 kontainer.

Di Pelabuhan Tanjung Priok, Bea Cukai juga mengamankan 1.024 kontainer.

Sebanyak 293 kontainer juga diamankan Bea Cukai di Tangerang.

Dwi menuturkan impor sampah plastik ini telah mencemari lingkungan di Indonesia dan membahayakan kesehatan masyarakat Indonesia karena tidak semua sampah plastik bisa didaur ulang,

"Akhirnya, yang tidak bisa didaur ulang itu ada yang dibakar sehingga mencemari udara.Adapula yang dibuang kemana-mana, ke TPA, laut atau sungai, yang tentunya menyebabkan pencemaran," ujar dia.

Dwi juga menceritakan kondisi masyarakat yang terkena dampak negatif dari sampah plastik ini, salah satunya di daerah Pasa Kemis Tanggerang yang terdapat kertas HVS.

"Pabrik kertas itu membuang sampah-sampah yang tak terpakai di sekitar pabriknya. Akibatnya, banyak warga sekitar yang sesak nafas dan terkena berbagai penyakit akibat pembakaran sampah plastik tersebut," ujar dia.

Sumber: Suar.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved