Breaking News:

Sidang Pembunuh Begal di Malang

Sidang Putusan Bagi ZA Tuntas, Bapas Malang Amati Kondisi Kejiwaan Pelajar SMA Pembunuh Begal Itu

Pembimbing Kemasyarakatan (PK ) Madya Balai Pemasyarakatan (Bapas) Malang,Indung Budianto memastikan kondisi kejiwaan ZA selama jalani sidang

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
ZA dan keluarga saat berada di ruang tunggu PN Kepanjen ketika menanti waktu sidang putusan, Kamis (23/1/2020) 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Malang angkat bicara setelah kasus pembunuhan begal yang dilakukan pelajar SMA di Malang, ZA diputus hakim di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kamis (23/1/2020).

Pembimbing Kemasyarakatan (PK ) Madya Bapas Malang, Indung Budianto memastikan kondisi kejiwaan ZA saat menjalani rangkaian sidang dalam kondisi normal.

Meski disebut normal,  pihak bapas Malang bakal memberikan penanganan secara psikologis, guna meningkatkan semangat pendidikan ZA.

BREAKING NEWS : Putusan Bagi ZA, Remaja Pembunuh Begal Malang Dikirim Ke LKSA Dairu Aitam

Puluhan Sex Toys Dikirim ke Malang dari Negara Eropa, Disita Bea Cukai dari Kiriman Kantor Pos

Doa dan Permintaan Keluarga ZA, Jelang Sidang Putusan Kasus Pelajar SMA Tusuk Begal

"Memang mungkin ada shock ya. Tapi terpantau normal. Tapi yang jelas kami juga berikan pendampingan secara psikologi," beber Indung.

ZA akan mendapat pendampingan selama satu tahun di LKSA Darul Aitam Wajak, Kabupaten Malang.

ZA akan mendapat pendidikan layaknya santri pondok pesantren.

Ilmu agama akan diberikan kepada remaja yang memiliki hobi futsal itu.

Remaja pembunuh begal, ZA mendapat keputusan sidang. Pelajar SMA itu diputuskan majelis hakim agar dikirm ke​ LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) di Dairul Aitam Wajak selama satu tahun.

Hakim​ memutuskan,​ ZA​ terbukti​ melakukan​ tindakan​ penganiyayaan​ berujung​ kematian berdasar Pasal 351 KUHP.

Unsur unsur pada Pasal 351 ayat 3 itu adalah terjadi proses penganiayaan.

"Pasal 340, Pasal 338 dan undang-undang terkait bawa senjata tajam tidak terbukti. Hanya penganiyayaan​ Pasal 351​ KUHP yang terbukti," beber pengacara ZA, Bhakti Riza usai sidang di ruang tirta anak, Pengadilan Negeri Kepanjen.

Dengan adanya putusan tersebut, harapan sebelumnya agar ZA mendapat​ putusan lepas atau onslag​ van recht vervolging pupus.

Bhakti menerangkan masih akan memikirkan kembali sikap yang akan dilakukan selama tujuh hari. Ditanya kemungkinan mengajukan banding, Bhakti masih belum bisa berkomentar.

Bhakti kecewa, hakim tidak melihat pasal 49 ayat 1 dan 2 terkait unsur pembelaan diri atau noodweer.

"Harusnya bisa dibebaskan," kata Bhakti.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved