Kekerasan di SMPN Negeri Kota Malang

Polresta Malang Kota Mulai Periksa Siswa Saksi Terduga Pelaku Perundungan atau Kekerasan di SMPN

Rangkaian pemeriksaan polisi dalam kasus perundungan atau kekerasan di SMPN tersebut dilakukan sembari menunggu hasil visum yang dilakukan.

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Korban kekerasan atau perundungan, MS saat dijenguk oleh Wali KOta Malang Sutiaji di rumah sakit, Senin (3/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Polresta Malang Kota terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi terkait kasus perundungan atau kekerasan siswa SMPN 16.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada saksi terduga pelaku perundungan.

"Pada hari ini kami telah melakukan pemeriksaan kepada murid sekolah yang diduga melakukan penganiayaan tersebut. Dan yang diperiksa ada sebanyak tujuh orang," ujarnya kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM), Senin (3/2/2020).

Selain Hamil, Beginilah Kondisi Gadis 15 Tahun yang Diperkosa Ayah, Kakak dan Sepupu Bertahun-tahun

Sidang Kasus Mutilasi Pasar Besar Malang Ditunda Lagi, 2 Kali JPU Tak Siap Tuntutan Bagi Sugeng

Sakit yang Diderita Gus Sholah Sebelum Wafat Hingga Kedatangan Jenazah di Rumah Duka Jakarta Selatan

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi ini merupakan kali kedua.

"Sebelumnya kita juga telah memeriksa saksi dari pihak pelapor, bibi dan paman korban," tambahnya.

Rangkaian pemeriksaan tersebut dilakukan sembari menunggu hasil visum yang dilakukan.

"Hasil visum akan kita sandingkan dengan hasil pemeriksaan. Dan memang pada tubuh korban (MS) sendiri terdapat luka memar di bagian tangan, kaki, dan punggung korban," jelasnya.

Saat ini pihaknya juga tetap fokus terus melakukan pendampingan psikologis kepada korban.

"Kita lakukan perlindungan dan pendampingan psikologis untuk trauma healing korban," jelasnya.

Sementara itu terkait kabar adanya kesepakatan damai antara orang tua korban dan terduga pelaku, ia menegaskan kembali bahwa pihaknya akan tetap melakukan proses hukum yang berlaku.

"Ini sudah ada peristiwa pidana yang terjadi terkait dengan pelanggaran UU Perlindungan Anak. Sehingga kita akan tetap melakukan proses hukum sesuai dengan hasil visum dan pemeriksaan saksi. Karena dari hasil visum dan pemeriksaan saksi tersebut, nanti akan diketahui peristiwa pidananya itu sendiri seperti apa," ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan bila memang ketujuh orang murid tersebut terbukti bersalah melakukan kekerasan atau penganiayaan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

"Kita lakukan proses sesuai dengan peradilan anak. Dan kita juga melibatkan orang tua di dalam proses tersebut," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved