Kepala DPUPRPKP Kota Malang Geram Atas Rusaknya Jalan Muharto Gang 7, Ada Pelanggaran Dibiarkan

Beberapa truk pengangkut pasir dan truk tangki pengangkut air minum banyak yang melewati daerah tersebut.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang Geram Atas Rusaknya Jalan Muharto Gang 7, Ada Pelanggaran Dibiarkan
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), Hadi Santoso 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), Hadi Santoso geram atas rusaknya  Jalan Muharto Gang 7 Kota Malang.

Pasalnya, rusaknya jalan tersebut diakibatkan oleh seringnya truk bertonase besar melewati jalanan tersebut.

Padahal, status Jalan Muharto adalah jalan kampung, yang termasuk golongan jalan kelas III C.

Perda Minol Kota Malang Segera Diberlakukan, Ini Aturan Jualan Minuman Beralkohol yang Sudah Disusun

Arema FC Waspadai Gelandang Jepang Milik Persela Lamongan, Shunsuke Nakamura

BREAKING NEWS : 3 Bocah Tenggelam dan Hanyut di Sungai Pucang Sidoarjo

"Kok bisa truk masuk kampung. Apalagi status jalan itu kelas III C yang dapat dilalui kendaraan bermotor, termasuk yang memiliki muatan dengan lebar tidak melebihi 2,10 meter, ukuran panjang tidak melebihi 9 meter, dan berat maksimalnya 8 ton," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (12/2/2020).

Pria yang akrab disapa Soni itu menjelaskan, bila aturan tersebut dilanggar, maka jalan akan cepat mengalami kerusakan.

Hal itu terjadi lantaran, ada beberapa truk pengangkut pasir dan truk tangki pengangkut air minum banyak yang melewati daerah tersebut.

Akibatnya, jalan di Jalan Muharto gang 7 Kota Malang banyak yang mengelupas dan hancur akibat dilintasi truk-truk besar.

"Sepertinya ini terjadi pembiaran oleh warga sekitar. Sebab, hal ini sudah lama terjadi dan banyak mobil muatan yang melebihi tonase melintas setiap hari di Jalan Muharto gang 7 ini," ucapnya.

Untuk itu, Soni meminta agar ada peran serta masyarakat dalam hal ini.

Agar nantinya jalanan di Kota Malang bisa awet awet, dan grillnya juga bisa bertahan lebih lama.

"Sebenarnya. Ini harus ada rambu-rambu larangan khusus ketika ada kendaraan berat dengan tonase di atas 8 ton di larang melintas. Dan juga harus di pasang rambu kelas jalan dengan ketinggian tertentu, biar mobil besar tidak bisa masuk gang," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved