Kekerasan di SMP Negeri Kota Malang

Agar Siswa Bisa Lapor Kekerasan, Wasto: Sekolah di Kota Malang Perlu Pajang Nomor HP Guru dan Dinsos

Masyarakat diminta tidak menghakimi tindakan dua tersangka perundungan terhadap siswa Kota Malang, MS, yang terjadi di sekolahnya.

Agar Siswa Bisa Lapor Kekerasan, Wasto: Sekolah di Kota Malang Perlu Pajang Nomor HP Guru dan Dinsos
Kolase - TRIBUN JATIM/Kukuh Kurniawan
Korban MS dan ibunya dan Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat melakukan konferensi pers ungkap kasus perundungan. 

SURYAMALANGCOM, KLOJEN - Masyarakat diminta tidak menghakimi tindakan pelaku perundungan terhadap siswa Kota Malang, MS, di sekolahnya.

Dua siswa tersangka pelaku perundungan, sebenarnya juga menjadi korban karena juga bisa trauma.

Hal ini dikatakan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti saat ke Kota Malang untuk berdiskusi dengan Pemerintah Kota Malang atas kasus perundungan di SMPN 16, Kamis (13/2/2020).

“Korban dan pelaku semua itu adalah korban.”

“Jadi, jangan kita juga mem-bully pelaku. Karena secara pskologis mereka pasti terpukul atas peristiwa ini,” ucapnya kepada SURYAMALANG.COM.

Retno menyampaikan, KPAI telah menjenguk MS, korban perundungan di rumahnya.

Dalam kunjungannya tersebut, KPAI banyak mendapat keluhan dari keluarga korban.

Seperti bentuk pengobatan saat rawat jalan, dan juga kondisi psikologis yang dialami oleh MS.

“Ya kami lega akhirnya bisa ketemu dengan korban dan keluarga korban. Kami bisa tahu kondisi sebenarnya yang dialami korban,” katanya.

KPAI juga mengapresiasi Pemkot Malang yang telah terbuka dalam memberikan informasi.

Halaman
123
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Hesti Kristanti
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved